Meskipun ilmu qira'at memiliki sejarah panjang di Indonesia, kajian spesifik mengenai transmisi dan pewarisan sanad Qira'at Sab'ah di lingkungan pondok pesantren masih relatif terbatas. Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan berfokus pada Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jombang, yang dikenal signifikan dalam mencetak penghafal al-Qur'an yang menguasai berbagai qira'at. Dengan demikian, menelusuri jejak sanad menjadi krusial untuk memahami bagaimana kemurnian ilmu qira'at tetap terjaga dari generasi ke generasi serta menjamin otoritas periwayatan yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana sejarah masuknya Qira'at Sab'ah ke Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, siapa tokoh sentral yang berperan, dan bagaimana transmisi sanadnya diwariskan. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode historiografi, penelitian ini mengandalkan data primer dari wawancara serta data sekunder dari literatur relevan yang dianalisis menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanad Qira'at Sab'ah di pondok pesantren ini terhubung secara mutawatir hingga Rasulullah SAW melalui jalur KH. Muhammad Munawwir Krapyak, yang kemudian diwariskan melalui tokoh-tokoh kunci seperti KH. Arwani Amin Kudus dan KH. Marzuki Khoiruddin. Kajian ini memetakan silsilah keilmuan tersebut dan mengidentifikasi bahwa proses transmisi sanad di pesantren ini dilakukan melalui dua tahap utama: pembelajaran kaidah melalui sistem daurah dan setoran hafalan dengan metode al-ifrad, jama' sugra, dan jama' kubra. Kontribusi utama penelitian ini adalah menyajikan historiografi rinci mengenai pewarisan sanad Qira'at Sab'ah pada sebuah institusi pesantren, yang menegaskan peran sentral pesantren dalam menjaga otentisitas tradisi keilmuan Al-Qur'an di Indonesia.
Copyrights © 2026