Morbili merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Measles dan masih menjadi masalah kesehatan pada anak karena dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya hipertermia. Hipertermia yang tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan metabolisme, hingga kejang demam. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu menurunkan suhu tubuh adalah Tepid Sponge Therapy. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk memaparkan hasil pengkajian, analisa data dan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, evaluasi, serta hasil penerapan Tepid Sponge Therapy dalam mengatasi hipertermia pada An. T dengan diagnosis medis morbili. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Asuhan keperawatan dilakukan selama tiga hari di Ruang Gardenia Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah Batam pada tanggal 13–15 Januari 2026. Hasil pengkajian menunjukkan An. T mengalami hipertermia dengan suhu tubuh 39°C disertai batuk berdahak, ruam makulopapular, muntah, dan penurunan nafsu makan. Diagnosis prioritas yang ditegakkan adalah hipertermia berhubungan dengan proses penyakit. Setelah dilakukan implementasi keperawatan dan penerapan Tepid Sponge Therapy, suhu tubuh pasien menurun secara bertahap dari 39°C menjadi 38°C pada hari kedua dan 37,5°C pada hari ketiga. Kondisi umum pasien juga menunjukkan perbaikan ditandai dengan anak tampak lebih aktif, nafsu makan meningkat, dan keluhan demam berkurang. Disimpulkan bahwa penerapan Tepid Sponge Therapy sebagai intervensi nonfarmakologis efektif membantu menurunkan hipertermia pada pasien anak dengan morbili. Disarankan agar pasien dan keluarga menerapkan penanganan hipertermia sesuai anjuran tenaga kesehatan, termasuk Tepid Sponge Therapy sebagai terapi nonfarmakologis pendamping, serta bagi perawat dapat mempertimbangkan tindakan ini sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis evidence-based practice.
Copyrights © 2026