Latar belakang: Pelayanan informasi obat dan konseling merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengetahuan pasien dan kepatuhan pengobatan, terutama bagi penderita kusta yang menjalani terapi jangka panjang. Tujuan: untuk mengevaluasi pelayanan informasi obat dan konseling yang diberikan kepada pasien kusta di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasi terhadap proses pelayanan dan wawancara langsung dengan pasien kusta sebanyak 18 orang sebagai responden utama. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pelayanan informasi obat kepada pasien kusta telah dilakukan, namun pelaksanaannya belum konsisten dan belum merata. Informasi yang diberikan sebagian besar masih bersifat umum sehingga banyak pasien yang belum memperoleh penjelasan mendalam terkait obat yang mereka konsumsi, seperti dosis, cara penggunaan, efek samping, dan interaksi obat. Pelayanan konseling kepada pasien kusta juga sudah dilaksanakan, namun sifatnya belum rutin dan tidak berkelanjutan. Konseling umumnya hanya diberikan pada awal pengobatan dan belum menjadi bagian dari layanan yang terintegrasi. Kesimpulan: perlunya peningkatan kualitas serta konsistensi dalam pemberian pelayanan informasi obat dan konseling.
Copyrights © 2026