ABSTRACTThe condition of the scavenger community in Pejeruk Abian, who work as scavengers, is not yet prosperous when viewed from various aspects of life. Their condition is actually quite concerning. This is evident in their low level of education, insufficient income, inadequate housing, and so on. In this situation, the Al-Kahfi Foundation has stepped in to empower them using strategies deemed appropriate for the community's circumstances. Therefore, the purpose of this study is:(1) to explain the Al-Kahfi Foundation's empowerment strategy for scavengers to become UMKM actors in Pejeruk Abian, Mataram, NTB to improve welfare, (2) explain what are the obstacles to empowerment faced by the Al-Kahfi Foundation in improving the welfare of scavengers through UMKM development. This type of research is qualitative with data collection methods through interviews, observation and documentation to add data. The results showed that (1) the Al-Kahfi Foundation's community empowerment strategy through skills training which includes: a) business management skills training; b) marketing and sales; c) production and quality; d) finance and accounting; e) communication and negotiation. (2) obstacles to community empowerment through the development of UMKM by Al-Kahfi cadres from internal and external factors. Internal factors are: a) limited access to financing and lack of capital; b) limited quality of human resources; c) the price of raw materials which increases every year. And the external factors are: Limited business, facilities; a) Judging from the business climate, b) Government policies in improving or developing UMKM. In addition, there are obstacles faced by scavengers, including: a) lack of human resources that can prosper the scavengers by opening training; b) lack of awareness of the scavenger community towards knowledge and technology.Key Word : Empowerment, Community Welfare, Scavenger ABSTRAKKondisi masyarakat Pemulung di Pejeruk Abian yang berprofesi sebagai pemulung pada kenyataannya belumlah sejahtera jika diperhatikan dari berbagai bidang kehidupan. Kondisi mereka justru telihat memprihatian. Hal ini terlihat pada tingkat pendidikan yang rendah, penghasilan tidak mencukupi, perumahan yang belum layak huni dan sebagainya. Dalam kondisi ini, Yayasan Al-Kahfi hadir untuk melakukan pemberdayaan terhadap mereka dengan menggunakan strategi yang dirasa sesuai dengan kondisi masyarakat. Sehingga penelitian ini bertujuan: (1) untuk menjelaskan strategi pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Al-Kahfi terhadap pemulung menjadi pelaku UMKM di Pejeruk Abian, Mataram, NTB untuk meningkatkan kesejahteraan, (2) menjelaskan apa saja kendala pemberdayaan yang dihadapi oleh Yayasan Al-Kahfi dalam meningkatkan kesejahteraan pemulung melalui pengembangan UMKM. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi serta dokumentasi untuk menambah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi pemberdayaan masyarakat Yayasan Al-Kahfi melalui pelatihan keterampilan yang meliputi: a) pelatihan keterampilan manajemen usaha; b) pemasaran dan penjualan; c) produksi dan kualitas; d) keuangan dan akuntansi; e) komunikasi dan negosiasi. (2) kendala pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UMKM oleh kader Al-Kahfi dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu: a) terbatasnya akses pembiayaan dan kurangnya permodalan; b) kualitas SDM yang terbatas; c) harga bahan baku yang setiap tahunnya mengalami kenaikkan. Dan faktor eksternalnya yaitu: Terbatasnya usaha, sarana; a) Dilihat dari iklim usaha, b) Kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan atau menumbuh kembangkan UMKM. Selain itu adapun kendala yang dihadapi oleh pemulung, meliputi: a) kurangnya SDM yang dapat mensejahterakan para pemulung dengan membuka pelatihan; b) kurangnya kesadaran masyarakat pemulung terhadap pengetahuan dan teknologi.Key Word: Pemberdayaan; Kesejahteraan Masyarakat, Pemulung
Copyrights © 2025