Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab, dampak, dan bentuk penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Mopolo Esa, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, dengan menyoroti hubungan antara curah hujan tinggi dan intensitas kejadian longsor di wilayah tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui respons pemerintah desa serta persepsi masyarakat terhadap upaya mitigasi dan penanganan kerusakan infrastruktur akibat longsor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung dengan metode studi literatur untuk memperkuat kerangka teori dan membandingkan temuan lapangan dengan hasil kajian sebelumnya mengenai bencana longsor. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada informan kunci, yaitu aparat pemerintah desa dan masyarakat setempat, dengan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan tinggi secara konsisten menjadi pemicu utama terjadinya longsor di Desa Mopolo Esa, yang berdampak pada kerusakan jalan dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat. Penanganan yang dilakukan pemerintah desa masih bersifat reaktif berupa perbaikan jalan pascakejadian dan imbauan kewaspadaan, belum disertai program mitigasi struktural jangka panjang. Meski demikian, terdapat kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat dalam proses pemulihan, sehingga diperlukan penguatan edukasi kebencanaan dan perencanaan mitigasi yang lebih terstruktur untuk mengurangi risiko longsor di masa mendatang.
Copyrights © 2026