Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan usaha penggilingan padi di Desa Poopo Barat, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, dengan menyoroti fungsi, proses, sistem pengelolaan waktu dan pendapatan, serta kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha penggilingan padi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas usaha penggilingan padi dan wawancara semi terstruktur kepada beberapa pemilik usaha penggilingan padi sebagai informan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penggilingan padi berfungsi sebagai unit pengolahan pascapanen yang memisahkan beras dari gabah, dengan proses penggilingan yang bergantung pada tahap penjemuran gabah terlebih dahulu. Aktivitas usaha mengalami peningkatan signifikan pada masa panen raya dengan pendapatan berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per bulan, tergantung volume gabah yang digiling. Kendala utama yang dihadapi adalah ketergantungan terhadap cuaca, di mana kondisi cuaca yang kurang panas menghambat proses penjemuran sehingga memengaruhi kualitas hasil penggilingan serta pendapatan pemilik usaha. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai peran penting usaha penggilingan padi dalam mendukung sistem pertanian dan perekonomian masyarakat pedesaan.
Copyrights © 2026