Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya ulkus diabetikum. Kepatuhan pasien dalam merawat luka penting untuk mencegah infeksi, gangren, dan amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien diabetes mellitus dalam merawat luka di Poli Bedah RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi 188 pasien dan sampel 33 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SDSCA (Summary of Diabetes Self-Care Activities) subskala foot care dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 58–67 tahun (30,3%), berjenis kelamin laki-laki (69,7%), bekerja sebagai petani (42,4%), dan berpendidikan SMA/SLTA (48,5%). Sebagian besar responden menderita DM selama 1–5 tahun (54,5%) dengan stadium luka terbanyak stadium 2 (57,6%). Berdasarkan tingkat kepatuhan, sebagian besar responden (51,5%) tidak patuh dalam merawat luka. Tingkat kepatuhan pasien DM dalam merawat luka di Poli Bedah RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua masih tergolong rendah, sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, dukungan keluarga, serta peran aktif tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026