Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto memiliki sejumlah UMKM unggulan, yaitu Susu Kambing Etawa, Tempe Bening, dan Carang Mas, yang memiliki produk berkualitas namun promosinya masih mengandalkan pemasaran langsung dan mulut ke mulut sehingga jangkauan pasarnya terbatas. Permasalahan ini mendorong tim Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) untuk melaksanakan program pengabdian berupa pemanfaatan media Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi UMKM. Pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipatif, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan penutupan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konten promosi berupa foto dan video berhasil dipublikasikan melalui Instagram dan TikTok, dengan jumlah penayangan (viewers) yang terus meningkat selama tiga hari pengamatan pada ketiga UMKM. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan media sosial mampu memperluas jangkauan promosi produk UMKM Desa Selotapak dibandingkan metode konvensional, sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha berbasis potensi lokal
Copyrights © 2026