Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konstruksi sikap dan kepribadian ideal yang harus diinternalisasi oleh wirausaha Muslim guna menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis. Di era disrupsi digital, persaingan bisnis sering kali terjebak dalam praktik pragmatisme yang mengabaikan dimensi etika dan moral. Islam, melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW, menawarkan fondasi aksiologis yang kokoh untuk menyeimbangkan antara orientasi profit dan nilai-nilai spiritual. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research) melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer terkait etika bisnis Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keberhasilan wirausaha Muslim tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi secara fundamental berpijak pada empat pilar kepribadian utama: Shiddiq (integritas), Amanah (kredibilitas), Tabligh (komunikatif-edukatif), dan Fathanah (kecerdasan profesional). Integrasi antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi umat.
Copyrights © 2026