Direktur jendral migas merupakan badan yang mengatur standar dan mutu atau spesifikasi bahan bakar minyak. Bahan bakar yang akan didistribusikan harus memenuhi standart spesifikasi untuk menjaga kualitas dan optimalitas bahan bakar. Salah satu spesifikasi yang harus di penuhi pada produk migas biosolar yaitu nilai viskositasnya. Viskositas merupakan tingkat kekentalan suatu fluida. Pada suhu rendah viskositas produk migas akan lebih tinggi, yang dapat menyebabkan minyak sulit untuk mengalir. Kondisi ini berdampak pada proses distribusi melalui moda transportasi pipa.  Penambahan katalis kalium hidroksida (KOH) merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk memurnikan dan menurunkan viskositas biosolar. Proses pemurnian dan penurunan viskositas dilakukan dengan proses pretreatment, blanding, dan pengujian viskositas. Pengaruh konsentrasi KOH yang digunakan didapatkan viskositas biosolar yang turun. Proses blanding dilakukan dengan penambahan KOH dengan perbandingan 1:800 dengan penambahan pelarut 21%. Selanjutnya proses blanding dilakukan dengan menggunakan suhu 80°C dengan waktu 1 jam. Proses pemurnian menghasilkan kurang lebih 90% produk dari contoh yang dibuat. Pengujian viskositas menggunakan produk biosolar murni didapat viskositas 4,1622 mm2/s dan untuk contoh yang dibuat viskositas yang di dapat 3,2698 mm2/s hasil pemurnian biosolar dengan penambahan KOH dan pelarut metanol memiliki potensi baik dalam menurunkan viskositas produk biosolar yang nantinya dapat dilakukan optimalisasi dalam pendistribusian.
Copyrights © 2024