Budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu dijaga keberlanjutannya di tengah arus modernisasi. Salah satu bentuk budaya lokal masyarakat Aceh adalah ranup hias, yang memiliki nilai simbolik dan digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan seremonial. Namun, praktik pembuatan ranup hias mulai mengalami penurunan akibat minimnya regenerasi pengrajin dan kurangnya ruang pembelajaran bagi masyarakat. Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal melalui pelatihan pembuatan ranup hias berbasis partisipasi masyarakat di Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA), yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, sosialisasi, dan pelatihan keterampilan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran budaya peserta khususnya ibu-ibu PKK, terhadap pentingnya pelestarian ranup hias sebagai warisan budaya lokal. Keterlibatan pengrajin senior sebagai mentor juga berperan dalam memperkuat proses transfer pengetahuan secara kontekstual. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dalam pengabdian masyarakat dapat menjadi strategi efektif dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Copyrights © 2026