Penelitian ini membahas kearifan lokal dalam pendidikan adat masyarakat Rote serta relevansinya dengan ajaran Alkitab dalam perspektif pendidikan Kristen kontekstual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman, sekaligus kebutuhan untuk mengintegrasikannya dengan pendidikan iman Kristen agar tetap relevan dalam kehidupan jemaat dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang menekankan analisis terhadap sumbersumber buku teologi, jurnal ilmiah Indonesia, serta teks Alkitab yang berkaitan dengan tema penelitian. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan hubungan antara nilai-nilai dalam pendidikan adat Rote dengan prinsip-prinsip Alkitabiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan adat Rote mengandung nilainilai kearifan lokal seperti solidaritas, gotong royong, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap orang tua, serta rekonsiliasi dalam penyelesaian konflik. Nilai-nilai tersebut memiliki keselarasan yang kuat dengan ajaran Alkitab, seperti kasih (Matius 22:37–39), solidaritas tubuh Kristus (Galatia 6:2), kehidupan komunitas (Kisah Para Rasul 2:44–47), dan pelayanan pendamaian (2 Korintus 5:18–19). Temuan ini menegaskan bahwa budaya lokal tidak bertentangan dengan iman Kristen, tetapi dapat menjadi sarana pembentukan iman yang kontekstual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kearifan lokal dalam pendidikan adat Rote memiliki relevansi teologis yang signifikan dan dapat menjadi dasar pengembangan pendidikan Kristen kontekstual di Indonesia. Integrasi antara nilai budaya dan ajaran Alkitab memperkuat pembentukan karakter Kristen yang holistik, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Copyrights © 2025