p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Therapeuo
Yufri Yermi Ndun
Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kearifan Lokal dalam Pendidikan Adat Rote dan Relevansinya dengan Ajaran Alkitab Yufri Yermi Ndun
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/abwzv551

Abstract

Penelitian ini membahas kearifan lokal dalam pendidikan adat masyarakat Rote serta relevansinya dengan ajaran Alkitab dalam perspektif pendidikan Kristen kontekstual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman, sekaligus kebutuhan untuk mengintegrasikannya dengan pendidikan iman Kristen agar tetap relevan dalam kehidupan jemaat dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang menekankan analisis terhadap sumbersumber buku teologi, jurnal ilmiah Indonesia, serta teks Alkitab yang berkaitan dengan tema penelitian. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menemukan hubungan antara nilai-nilai dalam pendidikan adat Rote dengan prinsip-prinsip Alkitabiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan adat Rote mengandung nilainilai kearifan lokal seperti solidaritas, gotong royong, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap orang tua, serta rekonsiliasi dalam penyelesaian konflik. Nilai-nilai tersebut memiliki keselarasan yang kuat dengan ajaran Alkitab, seperti kasih (Matius 22:37–39), solidaritas tubuh Kristus (Galatia 6:2), kehidupan komunitas (Kisah Para Rasul 2:44–47), dan pelayanan pendamaian (2 Korintus 5:18–19). Temuan ini menegaskan bahwa budaya lokal tidak bertentangan dengan iman Kristen, tetapi dapat menjadi sarana pembentukan iman yang kontekstual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kearifan lokal dalam pendidikan adat Rote memiliki relevansi teologis yang signifikan dan dapat menjadi dasar pengembangan pendidikan Kristen kontekstual di Indonesia. Integrasi antara nilai budaya dan ajaran Alkitab memperkuat pembentukan karakter Kristen yang holistik, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Rekayasa Genetika dalam Perspektif Alkitab Berdasarkan Kejadian 1:26-31 Tentang Manusia Sebagai Gambar Allah Suprianti Bili; Yufri Yermi Ndun; Martinus Loghe Bondi
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/qqzvkq79

Abstract

kaji rekayasa genetika dalam perspektif Alkitab berdasarkan Kejadian 1:26–31 tentang manusia sebagai gambar dan rupa Allah (Imago Dei). Perkembangan teknologi rekayasa genetika, khususnya melalui CRISPR-Cas9, memberikan peluang besar dalam dunia kesehatan dan ilmu pengetahuan, seperti penyembuhan penyakit genetik dan peningkatan kualitas hidup manusia. Namun, kemajuan tersebut juga menimbulkan berbagai persoalan etis dan teologis terkait martabat manusia, batas moral, serta kemungkinan manusia melampaui perannya sebagai ciptaan Allah.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekayasa genetika berdasarkan konsep Imago Dei serta merumuskan prinsip-prinsip etika Kristen dalam menilai penggunaan teknologi genetika secara bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis teologis-biblika. Data diperoleh dari Alkitab, buku teologi, jurnal akademik, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan rekayasa genetika, bioetika, dan teologi penciptaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa genetika dapat dipahami sebagai bagian dari mandat budaya manusia untuk mengelola ciptaan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.  Namun, penggunaannya harus tetap menghormati kedaulatan Allah, martabat manusia sebagai Imago Dei, dan nilai kesucian kehidupan. Etika Kristen menegaskan bahwa rekayasa genetika dapat diterima apabila digunakan untuk tujuan kasih, penyembuhan, dan kesejahteraan manusia, tetapi harus dibatasi dari praktik yang merendahkan martabat manusia, seperti manipulasi embrio secara sembarangan dan penciptaan designer babies. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara iman Kristen, etika, dan perkembangan bioteknologi agar rekayasa genetika dimanfaatkan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kehendak Allah.
Peran Gereja dalam Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Sutarti; Supranti Bili; Martinus Loghe Bondi; Yufri Yermi Ndun
Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66429/zbv3pz17

Abstract

Peran gereja dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia merupakan aspek penting yang sering kali kurang mendapat perhatian dalam kajian sejarah dan teologi. Pada masa kolonial, gereja tidak hanya berperan dalam bidang rohani, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan yang secara tidak langsung mendukung tumbuhnya kesadaran nasional. Namun, adanya hubungan gereja dengan kekuasaan kolonial menimbulkan pertanyaan mengenai posisi dan kontribusi gereja dalam perjuangan kemerdekaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gereja dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam membangun nasionalisme, pendidikan, pelayanan sosial, serta keterlibatan tokoh-tokoh gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan menganalisis berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan dokumen sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kesadaran nasional, meningkatkan pendidikan, memberikan pelayanan sosial dan kemanusiaan, serta berkontribusi melalui tokoh-tokohnya, meskipun menghadapi tantangan akibat keterkaitannya dengan sistem kolonial. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pendekatan yang mengintegrasikan perspektif historis, sosial, dan teologis dalam memahami peran gereja secara lebih menyeluruh. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kontribusi gereja dalam pembentukan identitas bangsa serta mendorong gereja masa kini untuk tetap aktif dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.