Kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam upaya pencegahan stunting. Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas hidup anak dalam jangka panjang. Salah satu faktor risiko utama stunting adalah rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama terkait sanitasi, kebersihan lingkungan, dan pola hidup keluarga. Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, sanitasi rumah tangga yang belum optimal, serta kebiasaan hidup sehat yang belum konsisten, sehingga berpotensi meningkatkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik PHBS sebagai langkah preventif terhadap stunting sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui lima tahapan, yaitu (1) identifikasi masalah, perencanaan, (2) edukasi dan penyuluhan, (3) simulasi PHBS dan cuci tangan pakai sabun (CTPS), (4) serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan terhadap 14 responden yang terdiri dari kader PKK, ASN desa, dan anggota Dasawisma menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan penerapan PHBS, dengan skor meningkat dari 3,42 (kategori Baik) pada pre-test menjadi 3,88 (kategori Sangat Baik) pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi PHBS berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam mendukung pencegahan stunting dan penguatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026