Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ketersediaan dan Distribusi Guru di Sekolah Negeri Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah Indah Kartika, Dwi; Asril, Muhamad; Maharani, Raisya; Avenia Nini Lamak, Yohana; Novelus Awacke Jocku, Alfredo; Seran, Richard
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarkat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v2i1.132

Abstract

Kegiatan Bakti Karya Praja merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh satuan praja utama dengan bimbingan para dosen IPDN dan OPD terkait di Kabupaten Karang Anyar. Output dari kegiatan ini adalah membantu percepatan target pencapaian program prioritas yang menjadi indikator kinerja utama di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, yaitu menganalisis ketersediaan dan distribusi guru sekolah negeri di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Analisis ini dilakukan untuk mengevaluasi seberapa merata distribusi guru dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder terkait jumlah guru, ketersediaan guru, serta distribusi guru di sekolah-sekolah negeri di Karanganyar. Selain itu, pendekatan keterlibatan langsung praja di lapangan (participatory engagement approach) juga digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan distribusi guru yang berdampak pada beberapa sekolah yang kekurangan tenaga pengajar, khususnya di daerah terpencil. Tulisan ini juga mengungkapkan adanya kesenjangan ketersediaan guru berdasarkan mata pelajaran, di mana beberapa mata pelajaran kekurangan guru yang kompeten. Kebijakan sistem zonasi yang telah diterapkan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap distribusi guru. Studi ini menyarankan perlunya penataan ulang distribusi guru dan perencanaan kebutuhan tenaga pengajar yang lebih komprehensif guna mendorong pemerataan kualitas pendidikan
Membiasakan Hidup Bersih: Langkah Sederhana Mencegah Stunting Sejak Dini Indah Kartika, Dwi; Nurhascaryani, Pratiwi; Jayanti Kinasih, Meyke; Kusuma Febriani, Fitri; Yulianto, Yohannes; Siti Nur Annisa Reyan Razy, Andi
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v3i1.261

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam upaya pencegahan stunting. Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas hidup anak dalam jangka panjang. Salah satu faktor risiko utama stunting adalah rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama terkait sanitasi, kebersihan lingkungan, dan pola hidup keluarga. Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, sanitasi rumah tangga yang belum optimal, serta kebiasaan hidup sehat yang belum konsisten, sehingga berpotensi meningkatkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik PHBS sebagai langkah preventif terhadap stunting sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui lima tahapan, yaitu (1) identifikasi masalah, perencanaan, (2) edukasi dan penyuluhan, (3) simulasi PHBS dan cuci tangan pakai sabun (CTPS), (4) serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan terhadap 14 responden yang terdiri dari kader PKK, ASN desa, dan anggota Dasawisma menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan penerapan PHBS, dengan skor meningkat dari 3,42 (kategori Baik) pada pre-test menjadi 3,88 (kategori Sangat Baik) pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi PHBS berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam mendukung pencegahan stunting dan penguatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.