Pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk rendahnya motivasi siswa dan kesulitan dalam memahami kosakata baru. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penting untuk diadakan sebagai upaya nyata dalam membantu meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris, khususnya di lingkungan sekolah yang memiliki keterbatasan sumber belajar dan metode inovatif. Salah satu metode yang dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa adalah pengajaran menggunakan benda nyata (real objects), yaitu dengan memanfaatkan benda-benda sehari-hari untuk memperkenalkan kosakata dan konsep bahasa sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan kontekstual. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui kegiatan pembelajaran langsung di kelas, meliputi tahap persiapan materi, pelaksanaan pembelajaran berbasis benda nyata, serta evaluasi pemahaman siswa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, motivasi belajar, dan pemahaman kosakata bahasa Inggris siswa, yang tercermin dari keaktifan mereka selama proses pembelajaran dan hasil evaluasi sederhana yang dilakukan.
Copyrights © 2026