Perkembangan teknologi informasi menuntut generasi muda untuk menguasai dasar pemrograman, namun akses pembelajaran siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dasar pemrograman Python kepada 28 siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Purbalingga sebagai upaya meningkatkan literasi digital. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan metode learning by doing yang mencakup observasi awal, pemaparan materi, live coding, dan mini challenge menggunakan editor teks Visual Studio Code. Evaluasi kognitif diukur melalui persentase penyelesaian tantangan, sedangkan aspek afektif dinilai melalui pengamatan langsung oleh tim pelaksana. Hasilnya menunjukkan peningkatan komprehensif. Secara kognitif, pemahaman fundamental siswa meningkat, dibuktikan dengan keberhasilan 4 dari 5 kelompok (80%) merancang program sederhana, sementara 1 kelompok (20%) membutuhkan pendampingan ekstra. Secara afektif, mayoritas peserta menunjukkan penurunan kecemasan pemrograman (coding anxiety) dan peningkatan efikasi diri (self-efficacy). Siswa menjadi lebih percaya diri dalam mengeksplorasi variasi kode, memperbaiki error, dan aktif berdiskusi. Kesimpulannya, metode praktik dengan pendampingan langsung ini efektif mencapai target literasi digital dan sukses membangun mentalitas pemecahan masalah siswa.
Copyrights © 2026