Eksistensi Wayang Wong Priangan saat ini menghadapi tantangan regenerasi yang serius akibat dominasi genre tari populer dan dampak stagnasi pascapandemi COVID-19. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses revitalisasi Wayang Wong Priangan di Sanggar Getar Pakuan, Kota Bogor, melalui pendampingan penciptaan karya inovatif bertajuk "Srikandi Bhuana". Metode pelaksanaan meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan intensif berbasis nilai filosofis, penerapan teknologi di panggung, hingga pementasan publik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa integrasi narasi epik Bharatayudha dengan inovasi artistik, seperti penggunaan teknologi laser pada properti panah, berhasil meningkatkan apresiasi masyarakat dan minat generasi muda secara signifikan. Capaian program melampaui target dengan keterlibatan 75 pelaku seni dan sambutan antusias dari ribuan penonton di Alun-Alun Kota Bogor. Kesimpulannya, reinterpretasi tradisi melalui kemasan yang relevan dengan ekosistem digital dan kolaborasi lintas institusi merupakan strategi kunci dalam memastikan keberlanjutan seni pertunjukan tradisional di era modern.
Copyrights © 2026