Perubahan dan perkembangan Jatinangor mulai terjadi sejak berdirinya berbagai Perguruan Tinggi di kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor, yaitu Universitas Koperasi Indonesia, Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung Kampus Jatinangor. Pembangunan kawasan berdampak pada perubahan sosial budaya Jatinangor, kawasan ini menjadi wilayah yang relatif terbuka, penduduk dari berbagai penjuru Indonesia berdatangan, yang juga membawa dampak tumbuhnya berbagai peluang usaha, termasuk peluang usaha bagi para pelaku usaha ultra mikro yang bergerak pada berbagai sektor. Sektor usaha yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah usaha makanan dan minuman dengan pasar sasaran mahasiswa, para pekerja di berbagai usaha pendukung kawasan pendidikan, buruh bangunan dan masyarakat lainnya. Salah satu kelemahan pelaku usaha ultra mikro adalah keterbatasan akses, yang dipicu oleh berbagai kondisi, di antaranya adalah kurangnya pengetahuan pelaku usaha untuk dapat mengakses informasi, akses pada sumber pembiayaan, inovasi dan teknologi. Keterbatasan tersebut mengakibatkan pelaku usaha ultra mikro menjadi lemah dan tidak memiliki daya saing, sangat rentan terhadap perubahan, usahanya tidak berkembang, sering berganti komoditas dan seringkali mengalami kebangkrutan. Padahal pembangunan pesat Jatinangor sebagai sebuah kawasan pendidikan tinggi seharusnya menjadi contoh gambaran pembangunan kawasan yang inklusif, yang juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satu solusi untuk mengurangi keterbatasan yang mengakibatkan tidak berkembangnya pelaku usaha ultra mikro adalah dengan membangun kebersamaan diantara mereka agar menjadi sebuah kekuatan untuk dapat berubah menuju perbaikan; Untuk itu diperlukan suatu wadah ekonomi pelaku usaha yang dimotori oleh mahasiswa dan difasilitasi serta didorong oleh perangkat Desa. Wadah ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha untuk dapat lebih maju dan berkembang adalah koperasi. Untuk itu perlu dilakukan inisiasi pengenalan koperasi kepada pelaku usaha ultra mikro di Jatinangor.
Copyrights © 2025