Masa peralihan santri baru di pondok pesantren sering menyebabkan dinamika emosional yang mengakibatkan perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dinamika pola asuh terlembagakan di pondok pesantren Al-Hidayah karangsuci ini bagaimana kepengurusan pengasuhan tersebut membentuk kemandirian serta perkembangan sosial-emosional santri baru jenjang SMP kelas 7. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi melibatkan pengasuh, ustadz, serta santri. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa pola asuh terlembagakan melalui pembiasaan disiplin, pendampingan wali kamar, dan adanya kegiatan yang mampu menciptakan kemandirian santri secara bertahap. Meskipun terdapat hambatan homesickness pada awal peralihan, penetapan perarturan pesantren terbukti melatih kecerdasan emosional dan adaptasi sosial santri dalam lingkungan bersama. Hasilnya, pengasuhan pesantren yang tetata membawa hasil mendukung kemandirian dan kematangan sosial-emosional santri baru.
Copyrights © 2026