Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebijakan desentralisasi pendidikan di Amerika Serikat terhadap pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan kajian literatur. Kebijakan desentralisasi yang memberikan otonomi luas kepada pemerintah negara bagian dan distrik sekolah lokal telah menciptakan keberagaman pendekatan pembelajaran yang mendukung inovasi, namun sekaligus memunculkan ketimpangan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan desentralisasi berkontribusi positif terhadap pengembangan kreativitas siswa melalui fleksibilitas kurikulum yang memungkinkan pembelajaran student-centered berbasis filosofi pragmatisme John Dewey. Namun, kebijakan standar pengujian (standardized testing) dalam Every Student Succeeds Act (ESSA) berpotensi menghambat pengembangan berpikir kritis karena mendorong pola "teaching to the test". Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengambil kebijakan pendidikan di Indonesia dalam merumuskan pendekatan yang menyeimbangkan standar nasional dan otonomi daerah.
Copyrights © 2026