Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis dampak tekanan sistem ujian nasional Gaokao di Tiongkok terhadap kondisi kesehatan mental siswa, serta menganalisis relevansinya dari perspektif pendidikan Islam. Gaokao merupakan ujian masuk perguruan tinggi yang bersifat high-stakes dan sekali seumur hidup, sehingga memunculkan budaya belajar ekstrem yang berdampak pada kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas hidup remaja. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan Gaokao menciptakan fenomena involution (nèijuǎn) di mana kompetisi akademik yang destruktif mengorbankan kesejahteraan psikologis generasi muda. Di sisi lain, Islam memandang pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik semata, melainkan proses pembentukan insan kamil yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Implikasi kajian ini menawarkan perspektif alternatif bahwa sistem evaluasi pendidikan seharusnya menempatkan kesehatan mental dan karakter sebagai bagian integral dari keberhasilan pendidikan, bukan hanya skor ujian.
Copyrights © 2026