Tradisi Meu’uroh merupakan salah satu bentuk budaya masyarakat Aceh yang berperan penting dalam mempererat silaturahmi, menumbuhkan solidaritas sosial, serta memuliakan tamu, terutama dalam pelaksanaan acara pernikahan. Perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat memengaruhi pelaksanaan tradisi tersebut, khususnya pada mekanisme penyampaian undangan yang sebelumnya dilakukan melalui kunjungan langsung dan kini digantikan oleh telepon serta media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk pergeseran nilai budaya dalam tradisi Meu’uroh serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya pada masyarakat Aceh Barat Daya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat dan masyarakat di Kecamatan Blang Pidie dan Kecamatan Tangan-Tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran tidak hanya terjadi pada pola komunikasi, tetapi juga pada penggunaan simbol budaya dan praktik gotong royong, sehingga berpengaruh terhadap menurunnya intensitas interaksi sosial. Perubahan tersebut dipicu oleh kemajuan teknologi, meningkatnya mobilitas masyarakat, perbedaan pandangan antar generasi, serta tuntutan efisiensi dalam kehidupan modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan dalam tradisi Meu’uroh merupakan bentuk penyesuaian budaya lokal terhadap perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai dasarnya.
Copyrights © 2026