Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran modal sosial dalam pelaksanaan tradisi Mangongkal Holi sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya masyarakat Batak Toba di Kota Bengkulu. Kajian ini memfokuskan perhatian pada unsur-unsur modal sosial, seperti jaringan sosial, norma, nilai-nilai budaya, dan kepercayaan yang berperan dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan format semi-terstruktur serta didukung oleh studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas informan utama, yaitu anggota keluarga yang pernah menyelenggarakan tradisi Mangongkal Holi, serta informan pendukung yang berasal dari tokoh adat. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan interpretasi hasil penelitian menggunakan perspektif Teori Tindakan Sosial Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang menopang pelaksanaan tradisi Mangongkal Holi tercermin dalam penghormatan kepada leluhur, kuatnya ikatan kekeluargaan, semangat gotong royong, serta sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba. Walaupun pelaksanaannya dihadapkan pada berbagai tantangan, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi untuk menjaga kesinambungan marga, memperkuat identitas keluarga, dan melestarikan budaya Batak Toba di Kota Bengkulu. Keberadaan modal sosial diharapkan terus menjadi faktor utama yang mendukung keberlanjutan tradisi Mangongkal Holi di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
Copyrights © 2026