Kanker serviks menempati peringkat keempat sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan. Kanker serviks adalah jenis kanker yang 99,7%, dipicu oleh infeksi human papilloma virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang menyerang sistem reproduksi wanita. Kanker serviks berkembang dalam jangka waktu yang panjang, sehingga perlu upaya melakukan pencegahan dini melalui imunisasi HPV pada remaja awal. Perlunya pendidikan kesehatan untuk memotivasi remaja awal sehingga dapat mengikuti imunisasi HPV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks terhadap motivasi mengikuti imunisasi HPV pada remaja awal. Metode penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen dengan one grup prestest posttest design. Dengan teknik total sampling yang berjumlah 90 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks mayoritas siswi memiliki motivasi sedang sebanyak 65 responden (72.2%) kemudian setelah diberikan pendidikan kesehatan motivasi siswi dalam mengikuti imunisasi HPV mengalami peningkatan yaitu sebanyak 55 responden (61.1%) yang memiliki motivasi kuat. Kesimpulan: terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks terhadap motivasi mengikuti imunisasi HPV pada remaja awal. Tenaga kesehatan dan orang tua disarankan dapat memberikan kesadaran dan keyakinan pada remaja awal sehingga dapat mengikuti program imunisasi HPV dalam bentuk pencegahan kanker serviks.Kanker serviks menempati peringkat keempat sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan. Kanker serviks adalah jenis kanker yang 99,7%, dipicu oleh infeksi human papilloma virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang menyerang sistem reproduksi wanita. Kanker serviks berkembang dalam jangka waktu yang panjang, sehingga perlu upaya melakukan pencegahan dini melalui imunisasi HPV pada remaja awal. Perlunya pendidikan kesehatan untuk memotivasi remaja awal sehingga dapat mengikuti imunisasi HPV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks terhadap motivasi mengikuti imunisasi HPV pada remaja awal. Metode penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen dengan one grup prestest posttest design. Dengan teknik total sampling yang berjumlah 90 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks mayoritas siswi memiliki motivasi sedang sebanyak 65 responden (72.2%) kemudian setelah diberikan pendidikan kesehatan motivasi siswi dalam mengikuti imunisasi HPV mengalami peningkatan yaitu sebanyak 55 responden (61.1%) yang memiliki motivasi kuat. Kesimpulan: terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pencegahan kanker serviks terhadap motivasi mengikuti imunisasi HPV pada remaja awal. Tenaga kesehatan dan orang tua disarankan dapat memberikan kesadaran dan keyakinan pada remaja awal sehingga dapat mengikuti program imunisasi HPV dalam bentuk pencegahan kanker serviks.
Copyrights © 2026