ASI (Air Susu Ibu) memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir. Bayi yang diberi ASI dengan benar tumbuh lebih baik dan mengalami lebih sedikit penyakit dan kematian lebih sedikit daripada bayi lain yang tidak disusui. Cakupan ASI eksklusif berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas 2024 sebesar 69,0% di Puskesmas Banyumas. Desa Kedunguter merupakan desa di kawasan Puskesmas Banyumas yang memiliki cakupan ASI eksklusif terendah sebesar 34,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ASI eksklusif. Beberapa faktor yang dikaji adalah pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, dan inisiasi menyusui dini (IMD). Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional dengan 68 responden yang memiliki bayi berusia 7-12 bulan. Sampel diambil menggunakan teknik pengambilan sampel total menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square). Karakteristik ibu adalah 80,9% memiliki usia kesehatan reproduksi yang baik, 64,7% multipara paritas, dan 54,4% ibu tidak secara eksklusif menyusui. Faktor-faktor yang mempengaruhi ASI eksklusif adalah tingkat pengetahuan dengan p=0,000, pendidikan p=0,006, pekerjaan=0,000, dan IMD p=0,004. Keempat faktor ini memiliki hubungan dalam ASI eksklusif. Untuk itu, diharapkan bidan dapat meningkatkan pendekatan dan sosialisasi tentang pentingnya ASI eksklusif kepada ibu.
Copyrights © 2026