Rendahnya literasi ekonomi di kalangan pelaku UMKM pedesaan menghambat optimalisasi pemasaran digital meskipun akses teknologi sudah tersedia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pemahaman pelaku UMKM mengenai literasi ekonomi dalam pengelolaan usaha; (2) praktik strategi pemasaran digital; (3) peran anggota keluarga dalam mendukung pemasaran digital; (4) faktor pendukung dan penghambat penerapan pemasaran digital; serta (5) pengalaman pelaku UMKM dalam mengintegrasikan literasi ekonomi keluarga dengan keberlanjutan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data adalah 17 informan pelaku UMKM keluarga di Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Sendana melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kapasitas literasi ekonomi pelaku UMKM terbentuk melalui pewarisan nilai ekonomi keluarga dan pengalaman langsung, bukan semata dari pendidikan formal; (2) praktik pemasaran digital masih sangat sederhana dan spontan, didominasi penggunaan WhatsApp tanpa perencanaan konten maupun analisis respons pelanggan; (3) keterlibatan keluarga terbagi dalam tiga pola: aktif, suportif, dan minimal; (4) faktor pendukung utama adalah basis pelanggan lama dan kemudahan akses smartphone, sedangkan hambatan utama berupa keterbatasan waktu, keterampilan teknis, dan fluktuasi harga bahan baku; (5) ditemukan dua pola orientasi keberlanjutan usaha, yaitu orientasi pengembangan pada pelaku dengan keuangan terstruktur dan orientasi bertahan pada pelaku dengan keuangan yang masih tercampur.
Copyrights © 2026