Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya lokal yang berperan dalam upaya promotif, preventif, dan pengobatan mandiri di keluarga. Namun, pemanfaatan TOGA masih belum optimal karena rendahnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat, teknik budidaya, pengolahan, dan penggunaan yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam membudidayakan dan memanfaatkan TOGA melalui pembuatan mini garden dan pengolahan herbal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif meliputi survei awal, koordinasi dengan tokoh masyarakat, penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan mini garden, dan pelatihan pembuatan wedang uwuh. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 26 ibu rumah tangga di Kelurahan Karangayu, Kota Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bahwa peserta berpartisipasi aktif pada seluruh tahapan program. Program ini berhasil meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat dari 48% menjadi 78%. Selain itu, masyarakat mampu menerapkan teknik budidaya TOGA secara mandiri, memanfaatkan pekarangan, serta memahami penggunaan tanaman obat secara tepat, aman, dan rasional. Mini garden juga memberikan manfaat lingkungan melalui optimalisasi lahan pekarangan lebih hijau dan produktif. Mini garden yang dibuat juga berpotensi menjadi media pembelajaran berkelanjutan dan membuka peluang pengembangan produk herbal yang bernilai ekonomi, seperti wedang uwuh. Secara keseluruhan, program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pembuatan mini garden, dan pelatihan pengelolahan herbal terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat sehingga berpotensi mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026