Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Barcode-Assisted Medication Administation (BCMA) dalam Menurunkan Kejadian Medication Error di Rumah Sakit: A Systematic Review Hardiyani Presticasari; Mohammad Febry Andintias
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1190

Abstract

Medication Error merupakan masalah yang banyak dijumpai dalam pelayanan Kesehatan yang berpotensi meningkatkan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, dan biaya perawatan pasien. Barcode-Assisted Medication Administation (BCMA) dikembangkan sebagai teknologi keselamatan pasien untuk memastikan prinsip “5 benar” pemberian obat, yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, dan benar rute. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas BCMA dalam menurunkan medication error. Metode yang digunakan adalah systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui data Scopus, ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar dengan kata kunci “barcode medication administration”, “BCMA”, “medication error”, dan “patients safety”. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi BCMA yang diintergrasikan dengan electronic medication administratuin record (eMAR), unit-dose dispensing,  dan closed-loop medication system (CLMS), mampu menurunkan medication error seperti salah dosis, salah pasien, omission error, dan adverse drug events (ADEs). Namun, efektivitas sangat dipengaruhi oleh kepatuhan tenaga kesehatan melakukan scanning barcode, kualitas integrasi teknologi, desain system, dukungan organisasi, dan alur kerja yang jelas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa BCMA efektif meningkatkan keselamatan pasien bila diterapkan sebagai bagian dari sistem pelayanan obat yang terintegrasi.
Hubungan Antara Rasionalitas dengan Efektivitas Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Dewasa di RSUP Dr. R. Soetijono Blora HARDIYANI PRESTICASARI
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v10i2.8987

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Blora. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara rasionalitas terapi antihipertensi dengan efektivitasnya pada pasien hipertensi dewasa di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien periode 1 Mei 2023–30 April 2024. Sampel terdiri dari 75 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Rasionalitas terapi dinilai berdasarkan terpenuhinya kriteria tepat obat, dosis, dan pasien sedangkan efektivitas terapi dilihat dari penurunan tekanan darah setelah satu bulan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36% pasien termasuk dalam kategori rasional efektif. Analisis statistik dengan uji Chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara rasionalitas dengan efektivitas antihipertensi pada pasien hipertensi dewasa (p>0,05).
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Mini Garden Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Pengobatan Mandiri Hardiyani Presticasari; Adrian Faisal Yogatama; Salma Putri Rosyida; Kukuh Ravinanda Hafid; Melany Putri Nur Aizah; Dino Putra Amanda; Mauli Kirana Garnis; Alif Sholahudin Wahid; Putri Narwati; Rhami Ahmad Maulana Ibrahim; Firliana Ayu Febrina
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.648

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya lokal yang berperan dalam upaya promotif, preventif, dan pengobatan mandiri di keluarga. Namun, pemanfaatan TOGA masih belum optimal karena rendahnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat, teknik budidaya, pengolahan, dan penggunaan yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam membudidayakan dan memanfaatkan TOGA melalui pembuatan mini garden dan pengolahan herbal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif meliputi survei awal, koordinasi dengan tokoh masyarakat, penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan mini garden, dan pelatihan pembuatan wedang uwuh. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 26 ibu rumah tangga di Kelurahan Karangayu, Kota Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bahwa peserta berpartisipasi aktif pada seluruh tahapan program. Program ini berhasil meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat dari 48% menjadi 78%. Selain itu, masyarakat mampu menerapkan teknik budidaya TOGA secara mandiri, memanfaatkan pekarangan, serta memahami penggunaan tanaman obat secara tepat, aman, dan rasional. Mini garden juga memberikan manfaat lingkungan melalui optimalisasi lahan pekarangan lebih hijau dan produktif. Mini garden yang dibuat juga berpotensi menjadi media pembelajaran berkelanjutan dan membuka peluang pengembangan produk herbal yang bernilai ekonomi, seperti wedang uwuh. Secara keseluruhan, program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pembuatan mini garden, dan pelatihan pengelolahan herbal terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat sehingga berpotensi mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.