Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal masih menjadi salah satu penyebab masalah gizi pada bayi dan balita. Edukasi PMBA selama ini lebih berfokus pada ibu, padahal keberhasilan praktik PMBA juga dipengaruhi oleh keterlibatan ayah dan anggota keluarga lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam praktik PMBA melalui pendekatan Family-Centered Care. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Juli 2026 di Kecamatan Wonokromo, Surabaya, serta dilanjutkan dengan edukasi dan pendampingan masyarakat di Desa Wage, Sidoarjo. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan interaktif, kelas keluarga, diskusi partisipatif, dan penggunaan Family-Based PMBA Monitoring Tools sebagai media edukasi dan pemantauan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, meningkatnya keterlibatan keluarga dalam edukasi PMBA, serta respons positif kader terhadap media monitoring sebagai sarana pendampingan yang praktis dan berpotensi mendukung keberlanjutan program. Pendekatan berbasis keluarga ini berpotensi memperkuat praktik PMBA dan mendukung pencegahan masalah gizi pada bayi dan balita. Seluruh kegiatan ini didanai oleh Direktorat riset, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat (DRIPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).
Copyrights © 2026