Batako memiliki kelemahan berupa berat jenis yang tinggi, sementara limbah sekam padi belum dimanfaatkan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui program Batako Go Digital dengan memanfaatkan sekam padi sebagai campuran batako serta mengintegrasikan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, pelatihan, pendampingan usaha, dan digitalisasi pemasaran. Hasil menunjukkan bahwa batako sekam padi lebih ringan, layak digunakan sebagai material non-struktural, dan berpotensi membuka peluang usaha. Digitalisasi turut meningkatkan visibilitas produk dan kemandirian masyarakat. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Copyrights © 2026