Pelatihan dilaksanakan menggunakan pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency-Based Training) yang terbagi ke dalam empat tahapan utama, yaitu: Tahap Persiapan, Tahap Teori dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Tahap Praktik Mandiri, serta Tahap Evaluasi dan Uji Hasil. Pada awal kegiatan, observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami parameter pengelasan yang benar dan rentan melakukan kesalahan posisi tubuh. Melalui metode pengajaran terstruktur, peserta dibekali materi dasar K3 dan wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar. Pada tahap praktik, instruktur memberikan demonstrasi langsung terkait teknik penyalaan busur, kecepatan jalan (travel speed), dan variasi ayunan elektroda, yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan intensif secara personal (one-on-one coaching). Evaluasi akhir dilakukan melalui pengujian visual (Visual Inspection) untuk memastikan hasil lasan memenuhi standar keberterimaan industri dengan meminimalisir cacat seperti undercut, porosity, dan slag inclusion. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman teori, keterampilan motorik, dan rasa percaya diri pemuda OAP dalam menguasai teknik pengelasan posisi vertikal.
Copyrights © 2026