Transformasi digital telah mengubah pola layanan industri perbankan, termasuk perbankan syariah yang dituntut mampu menyediakan layanan yang mudah, cepat, dan aman sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem layanan digital dalam memengaruhi keputusan nasabah menggunakan produk perbankan syariah di Kabupaten Way Kanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap tiga orang nasabah perbankan syariah yang dipilih secara purposive, terdiri atas dua petani dan satu petugas keamanan yang telah menjadi nasabah selama minimal dua tahun. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas dan keinginan menghindari riba menjadi alasan utama nasabah memilih bank syariah, sedangkan sistem layanan digital berperan sebagai faktor yang memperkuat keputusan penggunaan produk secara berkelanjutan. Kemudahan penggunaan, kualitas fitur, kecepatan transaksi, dan keamanan sistem memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan kepercayaan nasabah. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat rural-agraris memaknai transformasi digital berdasarkan manfaat praktis yang mampu menjawab kebutuhan ekonomi sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai penerimaan layanan digital perbankan syariah pada masyarakat pedesaan serta menjadi masukan bagi perbankan syariah dalam mengembangkan layanan digital yang lebih adaptif terhadap karakteristik masyarakat rural.
Copyrights © 2026