Kebisingan di ruang kelas dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring kebisingan otomatis berbasis Arduino Uno dengan metode Prototype menggunakan Simulator Wokwi. Sistem ini mengintegrasikan simulasi sensor suara (potensiometer sebagai pengganti sensor suara), LCD 16x2, dan Buzzer untuk memberikan peringatan visual yang persuasif. Hasil simulasi menunjukkan sistem mampu merespons fluktuasi suara secara real-time dalam tiga tingkatan: Tenang (<50 dB), Peringatan Awal (50–70 dB), dan Sangat Ribut (>70 dB). Notifikasi pada LCD berubah otomatis dari apresiasi ("Anak Pintar") menjadi ajakan tertib ("Suara Pelan Yuk!") sesuai intensitas suara. Buzzer aktif hanya pada kondisi sangat ribut sebagai peringatan auditori tambahan. Pendekatan ini berbeda dari sistem konvensional yang cenderung represif karena menggantikan alarm keras dengan pesan persuasif yang ramah anak. Disimpulkan bahwa pendekatan antarmuka persuasif ini efektif sebagai solusi manajemen kelas yang edukatif dan ramah anak, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut dengan penyimpanan data atau notifikasi jarak jauh untuk guru.
Copyrights © 2026