Perkembangan teknologi internet dan kemunculan Masyarakat 5.0 telah mendorong transformasi media dakwah dari metode konvensional menuju ruang virtual berbasis metaverse. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis bentuk pemanfaatan platform Roblox sebagai media komunikasi dakwah kontemporer di Indonesia, serta mengidentifikasi dinamika peluang dan tantangan pengembangannya. Berlandaskan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis dan etnografi digital (netnografi) untuk mengkaji literatur serta fenomena komunikasi Islam dalam ruang virtual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah melalui Roblox di Indonesia berkembang pesat sejak tahun 2025 melalui kehadiran pendakwah muda dan komunitas terstruktur seperti Majelis Roblox Indonesia (MARIO) dengan map Tobatblox serta Roblox Muslim Community (RMC) dengan map Masjid Al-Blox. Aktivitas ini mencapai akselerasi signifikan pada Ramadan 2026 melalui program interaktif seperti "Ngacak" (Ngaji di Puncak) yang didukung oleh sinergi korporasi nasional. Peluang utama metode ini terletak pada karakter dakwah yang organik, desentralistis, kesesuaian demografis (Generasi Z dan Alpha), serta infrastruktur teknologi yang imersif. Kendati demikian, tantangan nyata yang dihadapi meliputi risiko komodifikasi dakwah, potensi reduksi kedalaman intelektual akibat ritme hiburan digital, serta bias algoritma dan hiperrealitas di mana praktik keagamaan terjebak dalam simulakra tingkat ketiga. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan landasan akademis dalam memahami negosiasi identitas spiritual generasi muda di tengah arus digitalisasi kontemporer.
Copyrights © 2026