Kebutuhan es balok sebagai media pendingin hasil tangkapan nelayan di UPT Pelabuhan dan Perikanan Dumai terus meningkat, sehingga diperlukan optimalisasi proses pembekuan untuk menjamin ketersediaan es yang efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar garam (salinitas) dalam sistem brine tank terhadap laju pembekuan es balok, serta menentukan konsentrasi garam yang paling efisien. Penelitian dilakukan pada 18–25 Desember 2025 menggunakan metode kuantitatif dengan tiga variasi kadar garam, yaitu 10%, 14%, dan 17%. Parameter yang diukur meliputi suhu brine tank, waktu pembekuan, suhu evaporator, konsumsi energi listrik (kWh), dan efisiensi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar garam berpengaruh signifikan terhadap penurunan suhu larutan dan percepatan laju pembekuan. Pada kadar garam 10%, suhu brine tank mencapai -4°C dengan waktu pembekuan 12,3 jam dan konsumsi energi 336,89 kWh. Pada kadar garam 14%, suhu turun menjadi -7°C dengan waktu pembekuan 8,8 jam dan konsumsi energi 262,49 kWh. Pada kadar garam 17%, suhu brine tank mencapai -10°C dengan waktu pembekuan paling singkat, yaitu 6,2 jam, dan konsumsi energi paling rendah sebesar 184,93 kWh. Efisiensi sistem meningkat seiring kenaikan kadar garam, dari 1,76% pada konsentrasi 10% hingga 3,50% pada konsentrasi 17%. Disimpulkan bahwa kadar garam 17% merupakan konsentrasi paling optimal dalam sistem brine tank untuk menghasilkan pembekuan yang cepat dengan konsumsi energi yang efisien.
Copyrights © 2026