Aksesibilitas layanan kesehatan di wilayah terisolasi Papua merupakan permasalahan yang dihadapi Indonesia, dimana masyarakat harus menempuh perjalanan 2-3 hari dengan berjalan kaki untuk mencapai fasilitas kesehatan terdekat, mengakibatkan tingginya angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Program Puskesmas Bergerak di Papua dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di wilayah terisolasi menggunakan teori difusi inovasi Everett M. Rogers. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci meliputi Kepala Kampung Yakonde Distrik Kurulu Kabupaten Yahukimo, Kepala Desa Kampung Wainaga, petugas Puskesmas, dan masyarakat penerima layanan. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung serta analisis dokumen evaluasi program untuk memahami dinamika adopsi inovasi layanan kesehatan di wilayah terisolasi. Temuan penelitian menunjukkan keberhasilan signifikan Program Puskesmas Bergerak dengan eliminasi total kematian ibu melahirkan selama 3 tahun terakhir di Kampung Yakonde, penghapusan kasus kematian bayi akibat diare dan demam tinggi, serta adopsi spontan program oleh kampung-kampung tetangga melalui pembelajaran observasional. Program ini berhasil mentransformasi aksesibilitas layanan kesehatan dari yang sebelumnya mustahil dijangkau menjadi realitas rutin dengan kunjungan tim medis setiap dua minggu. Penelitian merekomendasikan penguatan sistem monitoring, peningkatan anggaran operasional, pengembangan protokol pelayanan yang disesuaikan kondisi Papua, serta pembentukan kader kesehatan lokal untuk keberlanjutan program
Copyrights © 2026