Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik budaya masyarakat Desa Gunungjaya yang mengandung unsur matematis dalam menentukan hari yang baik untuk kegiatan pertanian, seperti menanam dan memanen padi. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digunakan untuk memahami praktik tersebut secara mendalam, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan sistem nilai numerik yang disebut jejem (hari) dan rangkepna (pasaran), yang kemudian dijumlahkan dan diklasifikasikan dengan menggunakan modulus operasi. Kombinasi dari nilai-nilai ini menentukan kategori hari seperti waduk, buntut, mekmek, noyek , dll yang dipercaya dapat mempengaruhi keberhasilan panen. Praktik ini tidak hanya menunjukkan pemahaman matematika lokal tentang operasi bilangan dan hubungan pasangan terurut, tetapi juga memiliki nilai filosofis, spiritual, dan sosial. Konsep-konsep etnomatematika yang muncul merupakan hasil adaptasi budaya dan pengetahuan lokal yang mencerminkan eratnya hubungan antara matematika, budaya, dan sistem kepercayaan masyarakat Gunungjaya.
Copyrights © 2025