Pemecahan masalah merupakan proses yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu ketika cara penyelesaian atau jawaban dari suatu persoalan belum tampak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII pada materi operasi bentuk aljabar berdasarkan taksonomi SOLO (Structure of the Observed Learning Outcome). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di MTs Nurul Falah Al–Huda Karawang pada bulan April 2025. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas VII D yang dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui tes pemecahan masalah, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berada pada lima tingkat kemampuan, yaitu prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional, dan extended abstract. Sebagian besar siswa berada pada tingkat multistruktural dan relasional, sementara hanya sedikit yang mencapai tingkat extended abstract. Siswa pada level yang lebih tinggi mampu menghubungkan beberapa informasi, membentuk generalisasi, serta menerapkan prinsip yang diperoleh pada situasi baru. Temuan ini menegaskan bahwa taksonomi SOLO dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk mengidentifikasi tingkat berpikir siswa dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis
Copyrights © 2025