Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi sistem koordinat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal-komparatif (ex post facto). Subjek penelitian meliputi 34 siswa kelas VIII di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Karawang yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian terdiri atas angket gaya belajar model VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan langkah Polya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, serta uji hipotesis dengan One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar visual merupakan kategori yang paling dominan dibandingkan auditori dan kinestetik. Analisis ANOVA menghasilkan nilai signifikansi 0,831, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya belajar visual, auditori, maupun kinestetik. Uji lanjutan Post Hoc Bonferroni juga menunjukkan hasil serupa dengan nilai signifikansi 1,000 pada seluruh perbandingan antar kelompok. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah matematis tidak semata-mata dipengaruhi oleh gaya belajar, tetapi juga oleh faktor lain seperti strategi pembelajaran dan motivasi belajar. Oleh karena itu, pendidik disarankan untuk menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif dan variatif, yang dapat mengakomodasi beragam gaya belajar siswa serta mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi
Copyrights © 2025