Dismenore dapat disebabkan oleh perubahan hormon, kondisi psikologis seperti stres, serta faktor gizi, terutama asupan zat besi dan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat besi (Fe) dan status gizi dengan kejadian dismenore pada remaja putri SMKN 1 Bangkinang. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2025 melibatkan 174 responden dengan mengggunakan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir data demografi, formulir Food Recall 2 × 24 jam, kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) dan Antropometri status gizi. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat 78,2% responden mengalami dismenore, 78,7% responden dengan asupan zat besi kurang dan 87,9% responden dengan status gizi normal. Hasil uji Chi Square terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian dismenore (p value = 0,047) dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenore (p value = 0,783). Kesimpulan terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMKN 1 Bangkinang Tahun 2025. Diperlukan adanya edukasi secara berkelanjutan tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi (Fe) untuk mengurangi kejadian dismenore pada remaja putri.
Copyrights © 2025