Any Tri Hendarini
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Kebiasaan Makan dan Tingkat Stres dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2025 Nur Afrinis; Any Tri Hendarini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.211

Abstract

Gizi lebih pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, baik fisik maupun psikologis. Kondisi ini kerap dipicu oleh kebiasaan makan yang kurang baik dan tingkat stress yang dialami oleh remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMA Negeri 1 Bangkinang Kota tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan tanggal Juni 2025, sampel berjumlah 132 siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui stratified random sampling dari total populasi 439 siswa. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk menentukan kejadian gizi lebih, variabel kebiasaan makan (SQ-FFQ), dan tingkat stres (Perceived Stress Scale/PSS-10).  Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 36% responden mengalami gizi lebih, 35,3% memiliki kebiasaan makan yang tidak baik, 66% mengalami stress tingkat sedang. Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan status gizi lebih (p=0,000). Disarankan pada siswa/i untuk mulai memperbaiki kebiasaan makan yang kurang baik dan mengelola stress dengan baik agar terhindar dari gizi lebih.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI (FE) DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 1 BANGKINANG Natasya Dewinta Oktafiani; Nur Afrinis; Eka Roshifita Rizqi; Any Tri Hendarini
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore dapat disebabkan oleh perubahan hormon, kondisi psikologis seperti stres, serta faktor gizi, terutama asupan zat besi dan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat besi (Fe) dan status gizi dengan kejadian dismenore pada remaja putri SMKN 1 Bangkinang. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2025 melibatkan 174 responden dengan mengggunakan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir data demografi, formulir Food Recall 2 × 24 jam, kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) dan Antropometri status gizi. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat 78,2% responden mengalami dismenore, 78,7% responden dengan asupan zat besi kurang dan 87,9% responden dengan status gizi normal. Hasil uji Chi Square terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian dismenore (p value = 0,047) dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenore (p value = 0,783). Kesimpulan terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMKN 1 Bangkinang Tahun 2025. Diperlukan adanya edukasi secara berkelanjutan tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi (Fe) untuk mengurangi kejadian dismenore pada remaja putri.