Ruas Jalan Lintas Pekanbaru–Sumatera Barat kilometer 60–100 merupakan salah satu jalur utama yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas orang dan distribusi barang di Kabupaten Kampar. Namun, tingginya volume lalu lintas yang didominasi kendaraan berat serta kondisi geometrik jalan yang berkelok dan sempit menyebabkan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan (black spot dan black site), menganalisis tingkat kecelakaan berdasarkan nilai accident rate, serta mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan memanfaatkan data kecelakaan lalu lintas dari Satlantas Polres Kampar periode 2021–2025 dan data volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) hasil survei lapangan. Analisis accident rate dilakukan untuk setiap daerah jalan guna menentukan tingkat kerawanan kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Tanjung Alai–Batu Bersurat memiliki nilai accident rate tertinggi dan tergolong sebagai daerah rawan kecelakaan. Faktor penyebab utama kecelakaan didominasi oleh faktor manusia, khususnya perilaku pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas dan kecepatan tinggi, serta didukung oleh kondisi jalan yang belum memadai. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan upaya penanganan berupa perbaikan geometrik jalan, peningkatan fasilitas keselamatan lalu lintas, serta peningkatan kesadaran dan penegakan hukum bagi pengguna jalan guna menekan angka kecelakaan.
Copyrights © 2025