Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perhitungan Dan Perencanaan Struktur Gedung Kantor BPBD Kabupaten Kampar Beny Setiawan
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v5i1.15591

Abstract

The Kampar Regency Regional Disaster Management Agency (BPBD) was formed based on Kampar Regency Regional Regulation No. 7 of 2010 concerning the Regional Disaster Management Agency. The BPBD Office is currently located in the Old Regent's Office Complex since 2015, and is planning to add another floor to the office building. The addition of the (new) floor is intended for office space and meeting rooms, while the (old) lower floor remains in its original function. The condition of the old building's structure has structural columns of 30x40 cm2 and beams measuring 25x30 cm2 with the quality of the concrete, the quality of the reinforcing steel, the size and quantity are also unknown. The planning method for this new floor uses SNI 1726-2019 for structural planning procedures, SNI 2052-2017 for steel reinforcement standards and SNI 1727-2020 for minimum loading standards on buildings. This study uses structural analysis software that is commonly used as a tool for calculating structural planning. The results of this study, the old structure cannot support the floor of the new structure in accordance with the planned function, but the old structure can be strengthened by adding new reinforcing steel with fy= 400 MPa, while the quality of concrete (f'c) K-300 reinforcement or 25 MPa. Reinforcement design for columns using 12D20 with stirrups Ø10-150 and design for beam reinforcement 6D19 (top) 4D19 (bottom) with stirrups Ø10-100 on abutments, 4D19 (top), 6D19 (bottom) with stirrups Ø10-150 in the field.
Optimasi Penggunaan Fly Ash sebagai Material Substitusi Semen terhadap Peningkatan Sifat Mekanik Beton Ahmad hamidi; Beny Setiawan; Febry Eko Purwanto; Sjelly Haniza
SAINSTEK Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v14i1.457

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang masih banyak digunakan karena memiliki ketersediaan bahan yang melimpah, mudah dikerjakan, dan mampu menahan beban tekan yang tinggi. Seiring perkembangan teknologi konstruksi, berbagai material limbah mulai dimanfaatkan sebagai bahan tambah beton untuk meningkatkan kinerja sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu limbah yang berpotensi dimanfaatkan adalah fly ash, yaitu residu hasil pembakaran batu bara pada PLTU. Fly ash yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari PLTU Tenayan Raya Kota Pekanbaru yang pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan fly ash terhadap kuat tekan beton mutu K-250. Variasi fly ash substitusi semen yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen dengan mengurangi jumlah semen dalam campuran. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder yang berjumlah 3 benda uji setiap variasi dengan pengujian pada umur 14 hari dan 28 hari. Secara total ada 30 benda uji. Sebelum digunakan, fly ash disaring hingga lolos ayakan No.100, sedangkan agregat diuji karakteristik fisiknya untuk menentukan komposisi campuran berdasarkan Job Mix Design (JMD). Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi pengurangan semen (0%–20%), terlihat bahwa peningkatan substitusi cenderung menurunkan kuat tekan beton, terutama pada kadar tinggi. Nilai kuat tekan tertinggi terjadi pada beton normal 0% (28 hari) yaitu sekitar 295,21 kg/cm². Pada substitusi rendah (5%–15%), penurunan kuat tekan masih relatif kecil dan cenderung masih berada pada kisaran yang cukup stabil, sehingga masih memungkinkan digunakan dalam batas tertentu. Namun pada substitusi 20% terjadi penurunan yang sangat signifikan, baik pada umur 14 hari maupun 28 hari, yang menunjukkan bahwa kadar tersebut sudah melewati batas optimum.
Analisis Perbandingan Durasi Pelaksanaan Proyek Sebelum dan Sesudah Penerapan Metode Fast Track pada Pembangunan Jembatan Agus Alisa Putra; Hanantatur Adeswastoto; Beny Setiawan; Putri Amanda
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.18003

Abstract

Keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pada proyek konstruksi jembatan yang memiliki hubungan ketergantungan antaraktivitas pekerjaan yang cukup kompleks. Keterlambatan pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis dapat memengaruhi keseluruhan waktu penyelesaian proyek dan berpotensi menimbulkan tambahan biaya pelaksanaan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan proyek adalah metode fast track, yaitu metode percepatan proyek melalui penerapan aktivitas pekerjaan secara tumpang tindih (overlapping) tanpa mengubah ruang lingkup pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan durasi pelaksanaan proyek sebelum dan sesudah penerapan metode fast track pada proyek pembangunan jembatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data sekunder berupa jadwal proyek, laporan kemajuan pekerjaan, dan dokumen pendukung proyek lainnya. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi lintasan kritis proyek, kemudian melakukan penyesuaian hubungan antaraktivitas pekerjaan melalui sistem overlapping pada aktivitas kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek yang semula direncanakan selama 198 hari kalender dapat dipercepat menjadi 168 hari kalender setelah penerapan metode fast track. Dengan demikian, diperoleh efisiensi waktu sebesar 30 hari atau sekitar 15,15% dari durasi awal proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fast track dapat menjadi alternatif percepatan waktu pada proyek konstruksi jembatan apabila didukung oleh koordinasi, pengawasan, dan pengendalian jadwal yang baik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis pengaruh penerapan fast track terhadap biaya dan mutu pekerjaan konstruksi.
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS RUAS JALAN LINTAS PEKANBARU SUMATERA BARAT KM 60 - 100 Wira Wahyu Asrul; Beny Setiawan; Safni Marwa
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Lintas Pekanbaru–Sumatera Barat kilometer 60–100 merupakan salah satu jalur utama yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas orang dan distribusi barang di Kabupaten Kampar. Namun, tingginya volume lalu lintas yang didominasi kendaraan berat serta kondisi geometrik jalan yang berkelok dan sempit menyebabkan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan (black spot dan black site), menganalisis tingkat kecelakaan berdasarkan nilai accident rate, serta mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan memanfaatkan data kecelakaan lalu lintas dari Satlantas Polres Kampar periode 2021–2025 dan data volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) hasil survei lapangan. Analisis accident rate dilakukan untuk setiap daerah jalan guna menentukan tingkat kerawanan kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Tanjung Alai–Batu Bersurat memiliki nilai accident rate tertinggi dan tergolong sebagai daerah rawan kecelakaan. Faktor penyebab utama kecelakaan didominasi oleh faktor manusia, khususnya perilaku pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas dan kecepatan tinggi, serta didukung oleh kondisi jalan yang belum memadai. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan upaya penanganan berupa perbaikan geometrik jalan, peningkatan fasilitas keselamatan lalu lintas, serta peningkatan kesadaran dan penegakan hukum bagi pengguna jalan guna menekan angka kecelakaan.