Kondisi ekonomi keluarga mendorong orang Indonesia untuk bekerja ke luar negeri, terutama pekerja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman culture shock dalam proses adaptasi budaya perempuan pekerja migran. Diperlukan adaptasi budaya dalam menghadapi budaya yang berbeda karena berbeda negara. Pengalaman adaptasi budaya perempuan pekerja migran mulai digali dari saat memutuskan bekerja di luar negeri hingga saat memutuskan untuk menghentikan kontrak kerja. Metode penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggali pengalaman subjektif perempuan pekerja migran di Desa Resapombo, Blitar, Jawa Timur. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep kurva W oleh Oberg. Hasil penelitian menunjukkan adanya culture shock dan hambatan komunikasi ketika di luar negeri dan ketika kembali ke Indonesia. Adaptasi budaya dilakukan untuk menjembatani hambatan komunikasi. Siklus adaptasi mengalami pengulangan pada saat bekerja di luar negeri maupun pada saat kembali. Filosofi budaya Jawa “nrimo ing pandum” menjadi salah satu strategi untuk bertahan di tengah menghadapi budaya yang berbeda.
Copyrights © 2026