Gambling in Indonesia has long been a societal problem that must be addressed by the police. While the police have effectively addressed the issue, the results are still far from perfect. In fact, gambling is becoming increasingly rampant, both in terms of the available equipment and the types of gambling occurring in the community. The focus of this thesis is: 1) How are the Maesan Police's repressive and preventive efforts in addressing pigeon gambling in Maesan District? 2) How do positive law and Islamic criminal law reflect the Maesan Police's repressive and preventive efforts? The research employed a qualitative approach, using field studies, interviews, observation, and documentation to gather accurate information. Based on the research findings regarding law enforcement procedures for pigeon gambling, the following conclusions are drawn: 1) Law enforcement by the Sector Police against pigeon gambling in Maesan District, Maesan Regency. Bondowoso is carried out through two efforts: preventive efforts, repressive efforts, and information from the community. In this preventive effort, the Maesan Police carry out by instilling good norms so that these norms can become a foundation in Reni Nur Khoirun Nisa 2 a person. 2.) The perspective of positive law and Islamic criminal law on law enforcement for pigeon gambling perpetrators in Maesan District, Bondowoso Regency. Preventive and repressive efforts carried out by the Maesan Police include counseling and witnesses such as temporary sentences and fines.
Perjudian di negara Indonesia sudah sejak lama menjadi masalah dalam masyarakat yang harus di tanggulangi oleh pihak kepolisian, untuk kepolisian yang sudah melakukan penggulangan terhadap perjudian yang tejadi di lingkup masyarakat sudah menaggulangi dengan baik tetapi hasilnya belum dapat di katakan sempurna. Malahan yang yang terjadi di hari ke hari tindakan perjudian semakin merajalela baik dari segi peralatannya yang ada dan dari jeni jenis perjudian yang terjadi di masyarakat.
Pada fokus penelitian dalam skripsi ini adalah Pada 1) Bagaimana upaya Preventif dan Represif aparat Kepolisian Maesan dalam menanggulangi Tindak Pidana Perjudian burung merpati di Kecamatan Maesan ? 2) Bagaimana tinjauan Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam terhadap upaya Preventif dan Represif aparat kepolisian sektor Maesan?
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian Field research yang mengharuskan peneliti terjun kelapangan dan terlibat dengan masyarakat setempat. Dalam melakukan penelitian penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami makna, pengalaman dan proses suatu fenomena yang terjadi secara mendalam dengan studi lapangan, peneliti melakukan proses melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, dalam proses mengumpulkan data sehingga memperoleh informasi yang akurat
Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa 1) Penegakan hukum oleh polsek terhadap judi merpati di Kec. Maesan Kab. Bondowoso dilakukan dengan tiga upaya yakni upaya preventif yaitu upaya melakukan penyuluhan atau sosialisasi terhadap masyarakat, Upaya Represif yaitu upaya pengendalian social untuk memulihkan stabilitas masyarakat yang terganggu akibat penyimpangan. Dalam upaya preventif ini dilakukan oleh polsek Maesan dengan menanamkan norma yang baik sehingga norma tersebut bisa jadi pondasi dalam diri seseorang. 2.) Pandangan hukum positif dan hukum pidana islam terhadap penegakan hukum bagi pelaku judi merpati di Kec. Maesan Kab. Bondowoso. Upaya preventif dan represif yang dilakukan oleh polsek Maesan berupa penyuluhan dan saksi seperti hukuman sementara dan denda. Dalam Hukum Pidana Islam terhadap penegakan Hukum bagi pelaku judi merpati di Kecamatan Maesan Kab.Bondowoso Judi merpati, yang melibatkan taruhan uang, haram dalam Islam karena mengandung unsur maysir (judi) dan merusak moral, sosial, serta ekonomi. Dalam hukum pidana Islam, judi merpati termasuk jarimah ta’zir, yang dihukum berdasarkan kebijakan penguasa.
Copyrights © 2026