cover
Contact Name
Dwi Hastuti
Contact Email
dwi.mkpugm@gmail.com
Phone
+6282138220026
Journal Mail Official
dwi.mkpugm@gmail.com
Editorial Address
Sharia Faculty (Fakultas Syariah), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Jl. Mataram No. 1 Mangli, Kaliwates, Jember 68136, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Criminal Law Review (CLEAR)
ISSN : -     EISSN : 2987520X     DOI : https://doi.org/10.35719/clear
Core Subject : Social,
Focus and Scope of Criminal Law Review (CLEAR) Journal publishes article on law criminal from perspectives islamic and normative. This journal emphasizes aspects of positive legal with special reference to Islamic criminal law or criminal law (normative). We invite observers, researchers, lecturers, students to contribute by contributing critical thoughts and providing updates to legal developments. Journal Criminal Law Review, which is a forum for the study of Indonesian law, it supports studies focused on specific themes and interdisciplinary studies related to the subject matter. So that with this journal forum it can be used as a reference and a medium for exchanging ideas. For detail, Scope of Clear Journal known as: 1. Criminal law 2. Islamic criminal law 3. Philosophy of criminal law 4. Criminal law theory 5. Comparative criminal law 6. Criminology 7. Criminal justice 8. Health criminal law (forensics) 9. Cyber Criminal law 10. Criminal Law Politics
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 42 Documents
Tinjauan Yuridis Kelalaian Pengemudi Pemadam Kebakaran terhadap Kecelakaan Lalu Lintas yang Menyebabkan Hilangnya Nyawa: Legal Review of Firefighter Driver Negligence in Traffic Accidents Resulting in Loss of Life Mukson Sayuti Raka Dewi; Muhammad Aenur Rosyid
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 1 (2023): CLEAR Journal of May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i1.2

Abstract

Accidents caused by firefighter drivers for their negligence and resulting in the loss of other people's lives are certainly cases of accidents that can create legal dualism in the application of criminal responsibility to firefighter drivers. The aims of this research are: 1). To find out about positive legal reviews of the form of criminal responsibility for firefighter drivers for their negligence resulting in accidents and deaths of other road users; 2). To find out the review of Islamic criminal law on the criminal responsibility of firefighter drivers for their negligence resulting in accidents and loss of lives of other motorists. This research is based on extracting secondary data classified into primary, secondary and tertiary legal materials using descriptive data analysis techniques and data validity through source triangulation. In this study, researchers concluded 2 things, namely: 1). Fire truck drivers who cause traffic accidents and the death of other road users based on their negligence can be subject to Article 359 of the Criminal Code Jo. Article 310 paragraph 4 of Law Number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation for his actions; 2). The act of taking someone's life in the case of a fire truck accident based on negligence according to Islamic law is classified as wrongful killing and is subject to criminal sanctions in the form of payment of a diyat of 100 camels and ta'zir determined by the local authorities Kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi pemadam kebakaran atas kelalaiannya serta mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain tentu menjadi kasus kecelakaan yang dapat membuat dualisme hukum dalam penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap pengemudi pemadam kebakaran, Tujuan penelitian ini adalah : 1). Untuk Mengetahui mengetahui tinjauan hukum positif terhadap bentuk pertanggung jawaban pidana pengemudi pemadam kebakaran atas kelalaiannya sehingga mengakibatkan kecelakaan dan meninggalnya pengguna jalan lain; 2). Untuk mengetahui tinjauan hukum pidana islam terhadap pertanggung jawaban pidana pengemudi pemadam kebakaran atas kelalaiannya sehingga mengakibatkan kecelakaan dan hilangnya nyawa pengendara lain. Penelitian ini didasarkan pada penggalian terhadap data sekunder yang diklasifikan dalam bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan tekhnik analisis data deskriptif dan keabsahan data melalui triangulasi sumber. Dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan2 hal, yaitu: 1). Pengemudi truk pemadam kebakaran yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan meninggalnya pemakai jalan lain berdasarkan kelalainnya dapat dikenakan Pasal 359 KUHP Jo. Pasal 310 ayat 4 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atas tindakannya; 2). Tindakan menghilangkan nyawa seseorang dalam kasus kecelakaan truk pemadam kebakaran berdasarkan kelalaiannya menurut hukum islam digolongkan pada pembunuhan tersalah dan dikenakan sanksi pidana berupa pembayaran diyat 100 ekor unta dan ta’zir yang ditentukan oleh penguasa setempat
Islamic Criminal Law View of the Money Doubling Scam (Study of Court Judgment Number 238/Pid/2018/Pt Sby) Putri Hilma Badri Yanti
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 1 (2023): CLEAR Journal of May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i1.4

Abstract

Law is a regulation regarding human behavior in socially coercive behavior. One of the violations of the law in Indonesia is a criminal act of fraud this criminal act of fraud is a crime against property as regulated in the Book of II KUHP in chapter XXV.  In thus case, the author conducts a study on the verdict of a criminal act as in the case of the Surabaya High Court Decision Number 238/PID/2018/PT SBY. The defendant Dimas Kanjeng is subject to Article 378 of the Criminal Code jo. Articel 64 paragraph (1) of the Criminal Code jo. Articel 64 paragraph (1) of the Criminal Code jo. Articel 12 paragraph (4) of the Criminal Code in conjuncition with Articel 66 paragraph (1) of the Criminal Code. The defendant legally committed the criminal act of “continuing fraud” based on the Decision of the Surabaya District Crout judge against Dimas Kanjeng in the from of a sentence of Zero. Becouse he is the highest leader and the Great Teacher of Padepokan should not do that Abstrak Hukum ialah suatu peraturan mengenai perilaku manusia dalam tingkah laku pergaulan masyarakat yang bersifat memaksa. Pelanggaran hukum di Indonesia salah satunya adalah tindak pidana penipuan yang mana tindak pidana penipuan ini merupakan kejahatan terhadap harta benda yang diatur dalam Buku II KUHP dalam Bab XXV. Dalam hal ini penulis melakukan kajian atas putusan tindak pidana sebagaimana kasus dalam putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Putusan Nomor 238/PID/2018/PT SBY. Terdakwa Dimas Kanjeng dikenai pasal 378 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP jo. Pasal 12 ayat (4) KUHP jo Pasal 66 ayat (1) KUHP. Terdakwa secara sah menurut hukum melakukan tindak pidana “penipuan dengan berlanjut” berdasarkan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya terhadap Dimas Kanjeng berupa pidana selama Nihil. Karena ia adalah pimpinan tertinggi dan Guru Besar Padepokan tidak sepatutnya melakukan hal demikian.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Perkosaan (Telaah Yuridis di Polsek Jenggawah Kabupaten Jember) Wike Wahyu Trisnawati
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 1 (2023): CLEAR Journal of May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i1.3

Abstract

Government Regulation Number 44 of 2008 About Compensation, Restitution and Assistance to Witnesses and Victims, and contained in Law Number 31 of 2014 About Amendments to Law Number 13 of 2006 About Protection of Witnesses and Victims. The government through the regulation explains the government's responsibility to provide protection and fulfill the rights needed by rape victims. Here the author is interested of research to find out the implementation of fulfilling the rights of children rape victims in the Jenggawah Police and Knowing the obstacles during the process of implementing legal protection for child victims of rape at the Jenggawah Police. This research method uses empirical legal research, data collection is carried out on existing realities and supported by primary data sources, collection technicmostly on observation, interviews and documentation. Using a qualitative approach, examines legal regulations according to reality and the object is the Jenggawah Police. The results of this study are that the Jenggawah Polsek doesn’t have special investigators for children and doesn’t bring in child psychologists. There is no social rehabilitation provided by the Janggawah Police, however the Polsesk provides social advice to the victim and always visits the victim's house to see the condition and progress of the victim after what the victim has experienced. Once a week the police visit the victim to review his progress and provide social advice. However, many victims' rights have not been fulfilled for child victims of rape, such as education on religious values, psychological assistance, restitution, and safe houses (shelters). Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, serta Bantuan Kepada Saksi dan Korban, dan termuat dalam Undanng-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi Dan Korban. Pemerintah melalui peraturan tersebut menjelaskan tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan  dan memenuhi hak-hak yang dibutuhkan oleh korban Perkosaan. Disini penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui implementasi pemenuhan hak anak sebagai korban Perkosaan di Kepolisian Sektor Jenggawah Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui sejauh mana implementasi perlindungan hukum terhadap anak sebagain korban Perkosaan di Polsek Jenggawah, wilayah Kecamatan Jenggawah. Kabupaten Jember dan Mengetahui kendala yang dialami selama proses pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban Perkosaan di Polsek Jenggawah. Metode penelitian ini menggunakan Metode penelitian hukum empiris., pengumpulan data dilakukan pada realita yang ada dan didukung sumber data primer, pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan metode pendekatan kualitatif, mengkaji aturan hukum sesuai realita dan obyeknya adalah Polsek Jenggawah, Kab. jember. Adapun hasil penelitian ini adalah Polsesk Jenggawah tidak memiliki penyidik khusus anak dan tidak mendatangkan psikolog anak. Tidak adanya rehabilitasi sosial yang diberikan oleh Polses Jenggawah, namun Polsesk memberikan nasihat-nasihat sosial kepada korban dan selalu mengunjungi rumah korban untuk melihat bagaimana keadaan dan perkembangan korban setelah apa yang telah dialami oleh korban, seminggu sekali pihak kepolisian mengunjungi korban untuk meninjau perkembangannya dan memberikan nasihat sosial. Namun banyak hak korban yang belum dipenuhi terhadap anak korban Perkosaan seperti, edukasi nilai agama, pendampingan psikolog, restitusi, dan rumah aman (Shelter).
Tinjauan Hukum Pidana Konflik Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate dengan Pagar Nusa di Kabupaten Jember: Legal Review of the Criminal Conflict between Members of the Setia Hati Terate Brotherhood and Pagar Nusa in Jember Regency Moch Roby Yanto
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 1 (2023): CLEAR Journal of May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i1.6

Abstract

The beating incident on April 17 2021 in Sukoharjo Village, Bangsalsari District, Jember City began with an argument that led to a beating beetween members of the Setia Hati Teratre and Pagar Nugsa. This incident is a criminal act that violates the law and of course is contrary to the function of sports described in the provisions of Article 3 of Law No. 11 of 2022 concerning Sports. This can become a legal issue in the midst of the development of pencak silat organizations. The focus of the studies that will be examined in this thesis are: 1) What are the factors behind the occurrence of conflicts between PSHT Silat with Pagar Nusa in Jember Regency. 2) How is the legal conflict prevention between Pencak Silat PSHT and Pencak Silat Pagar Nusa studied in Indonesian Criminal LawThis type of research is empirical juridical research, and for collecting research data using the field research method or field research by interviewing and distributing questionnaires. The conclusions obtained in this study are: 1) The background to the conflict between the Setia Hati Terate Brotherhood and Pagar Nusa in Jember Regency is a misunderstanding. 2) Regarding the resolution of the conflict between PSHT and Pagar Nusa with establishing friendship, educating each member and continuing to increase tolerance. From several decisions of the Jember District Court, the conflict between PSHT and Pagar Nusa occurred in public and openly so that it was subject to Article 170 paragraph (1) of the Criminal Code. Peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada 17 April 2021 di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember berawal dari adu argumen hingga terjadi pengeroyokan antara anggota Perguruaan Setia Hati Terate dan anggota Pagar Nusa. Akibat dari peristiwa pengeroyokan tersebut ada beberapa korban jiwa dan kerusakan rumah warga. Kejadian ini merupakan sebuah tindak pidana yang melanggar hukum dan tentu saja bertolak belakang dengan fungsi olahraga yang dijelaskan dalam ketentuan Pasal 3 UU No.11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Hal ini dapat menjadi isu hukum ditengah berkembangnya organisasi pencak silat. Fokus kajian yang akan diteliti dalam skripsi ini adalah: 1) Apa faktor melatarbelakangi terjadinya konflik antara anggota Pencak Silat PSHT dengan Pencak Silat Pagar Nusa di Kabupaten Jember. 2) Bagaimana pencegahan hukum konflik antara Pencak Silat PSHT dengan Pencak Silat Pagar Nusa di kaji dalam Hukum Pidana Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode field reseach atau penelitian lapangan dengan wawancara dan membagikan kuisioner. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini ialah : 1) Latar belakang terjadinya konflik antara Persaudaraan Setia Hati Terate dan Pagar Nusa di Kabupaten Jember adalah kesalahfahaman antar perguruan silat. 2) Mengenai penyelesaian konflik antara PSHT dan Pagar Nusa ialah dengan menjalin silahturahmi, mengedukasi masing-masing anggota perguruan silat dan terus meningkatkan rasa toleransi. Dari beberapa putusan pengadilan Negeri Jember yang penulis identifikasi, konflik antara PSHT dan Pagar Nusa terjadi didepan publik dan secara terang-terangan sehingga dikenai Pasal 170 ayat (1) KUHP.
Penelantaran Keluarga sebagai Landasan Perceraian Perspektif Sosiologi Hukum dan Fiqh Jinayah : Family Neglect as a Basis for Divorce: A Sociological and Fiqh Jinayah Perspective Yusril Bariki
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 1 (2023): CLEAR Journal of May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i1.7

Abstract

The purpose of this research is to discuss juridical analysis of the decision of one of the Batang Religion court cases which will also be studied using the sociology of family law approach. There are two formulations of the problem in this study, first, how is marriage in Islamic law? Second, what is the analysis of the decision on case number 1864/Pdt.G/2022/PA.Btg in the study of the sociology of family law?. In normative juridical research with a qualitative approach, it has findings or results, namely that marriage has a very sacred purpose, especially in the marriage contract which is a great agreement (mitsaqan gholidan) which is solely to achieve the goal of Sakinah mawadah and wa Rahmah. The next consequence, in the sociological study of family law in looking at existing divorce decisions, is that normative law has a higher prescriptive level than sociological law, which has an empirical descriptive perspective. In contrast to the jurisprudential model which focuses more on results or political regulations, the sociological model of law focuses more on social structure. Dalam tujuan penelitian ini akan membahas mengenai analisis yuridis  dalam putusan salah satu perkara pengadilan Agama Batang yang mana nanti akan dikaji juga dengan pendekatan sosiologi hukum dan fiqh jinayah. Rumusan masalah dalam penelitian ini ada dua, pertama, bagaimana pernikahan dalam hukum Islam. Kedua, bagaimana analisis putusan perkara nomor 1864/Pdt.G/2022/PA.Btg dalam kajian sosiologi hukum keluarga. Dalam penelitian yuridis normative dengan pendekatan kualitatif ini memiliki temuan ataupun hasil yaitu dalam pernikahan memiliki tujuan yang sangat sakral, terlebih didalam akad nikah merupakan sebuah perjanjian yang agung (mitsaqan gholidan) dimana semata-mata untuk menapai tujuan Sakinah mawadah dan wa Rahmah. Hasil berikutnya, dalamkajian sosiologi hukum keluarga dalam melihat putusan perceraian yang ada yakni Hukum normatif memiliki tingkat preskriptif yang lebih tinggi daripada hukum sosiologis, yang memiliki perspektif deskriptif empiris. Berbeda dengan model yurisprudensi yang lebih menitikberatkan pada hasil atau peraturan politik, model sosiologis hukum lebih menitikberatkan pada struktur sosial.
Kebijakan Rehabilitasi Terhadap Korban Tindak Pidana Terorisme di Indonesia: Rehabilitation Policy for Victims of Terrorism Crimes in Indonesia Lukman Encik Lukman; Cora Elly Noviati; Gatot Iriyanto; Frandy Risona Tarigan; Jhon Piter Situmeang
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 2 (2023): Clear Journal of November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i2.9

Abstract

So far, victims have only been seen as the end of one or several acts of terrorism, and have not been maximally involved in efforts to prevent and deal with terrorism. Psychologically, we are faced with feelings of trauma, closure, emotional instability and so on. Economically, victims of criminal acts of terrorism can no longer support their families, lose their career at work and there are many other losses that must be borne by victims of criminal acts of terrorism. Based on this research, the responsibility for rehabilitating victims of criminal acts of terrorism lies with the witnesses, protection agents and victims. This research uses a normative juridical method which is carried out through a literature study which examines (mainly) primary data in the form of Legislation, other legal documents, as well as research results, study results and other references. In analyzing the data in this research, qualitative data analysis was used on the data that hadbeen collected.   Korban selama ini hanya dilihat sebagai akhir dari sebuah atau beberapa tindakan terorisme, dan belum secara maksimal dilibatkan dalam upaya pencegahan dan penanganan terorisme. Secara pesikologi, dihadapkan dengan perasaan trauma, menutup diri, emosi yang labil dan sebagainya. Secara ekonomi, tidak dapat lagi menafkahi keluarga, kehilangan karier dalam pekerjaan dan masih banyak lagi kerugian yang mesti ditanggung oleh korban tindak pidana terorisme.Berdasarkan penelitian ini bahwa tanggung jawab untuk merehabilitasi korban tindak pidana terorisme adalah saksi agen perlindungan dan korban. Penelitian ini menggunakan Metode yuridis normatif yang dilakukan melalui studi pustaka yang menelaah (terutama) data primer yang berupa Peraturan Perundang-undangan, dokumen hukum lainnya, serta hasil penelitian, hasil pengkajian,dan referensi lainnya. Dalam menganalisis data pada penelitian ini dipergunakan analisis data kualitatif terhadap data yang telah dikumpulkan.
Ancaman Penjatuhan Hukuman Pemiskinan Pelaku Tipikor Di Indonesia Sebagai Upaya Preventif : The Threat of Imposing Asset Forfeiture on Corruption Offenders in Indonesia as a Preventive Measure Muhammad Dliyaul Lami'
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 1 (2023): CLEAR Journal of May 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i1.5

Abstract

Throughout 2021, the Indonesian state's losses reached Rp. 62.93 trillion and asset recovery about 1.4 trillion. Impoverishment punishment hoped to provide a deterrent effect due to criminal acts of corruption. Fiqh Jinayah has rules that can be imposed on perpetrators of crimes such as Hudud, Qishash, Kafarat, and Ta'zir. Corruption is included in the ta'zir finger because the punishment for corruption is not stipulated in the Al-Quran and Hadith. The focus of the problems studied are: 1). How is the construction of impoverishment punishment as a preventive measure for corruption offenders in Indonesia? 2). How is the construction of impoverishment punishment, from the perspective of Fiqh Jinayah? To find out the problems in this research, the researcher uses a type of normative legal research. Thus, the design of the procedure for imposing impoverishment penalties for corruption offenders has been carefully regulated as set forth in Law no. 20 of 2001 on changes to Law no. 31 of 1999. The imposition of impoverishment sentences aims to reduction, limitation, and prevention to the perpetrators so that there is no repetition of the crime. This is in line with the characteristics of corruption seen from Fiqh Jinayah view. Therefore, the imposition of impoverishment sentences for perpetrators of corruption in Indonesia can be included in the category of jarimah ta'zir which has certain limits on the number of sentences and the material prescribed in Fiqh Jinayah. Sepanjang tahun 2021 kerugian perekonomian negara Indonesia mencapai Rp. 62,93 triliun dan asset recovery masih menyentuh diangka 1,4 triliun. Maka dengan adanya hukuman pemiskinan diharapkan bisa memberikan efek jera dan terpenuhinya perekonomian negara akibat tindak pidana korupsi. Fiqh Jinayah terdapat aturan yang bisa dikenakan kepada pelaku tindak pidana seperti Hudud, Qishash, Kafarat, dan Ta’zir. Korupsi termasuk ke dalam jarimah ta’zir karena korupsi hukumannya tidak memiliki ketetapan dalam Al-Quran dan Hadis. Fokus masalah yang diteliti yakni: 1). Bagaimana konstruksi penjatuhan hukuman pemiskinan sebagai upaya preventif bagi pelaku tipikor di Indonesia? 2). Bagaimana konstruksi penjatuhan hukuman pemiskinan itu, dalam perspektif Fiqh Jinayah? Untuk mengetahui permasalahan dalam penelitian tersebut peneliti menggunakan jenis penelitian hukum normative. Dengan demikian, perancangan mengenai prosedur penjatuhan hukuman pemiskinan bagi pelaku tipikor telah diatur dengan cara seksama yang termaktub dalam  UU No. 20 Tahun 2001 atas perubahan UU No. 31 Tahun 1999. Penjatuhan hukuman pemiskinan bertujuan untuk memberikan pengurangan, pembatasan, serta pencegahan kepada pelaku agar tidak terjadi pengulangan tindak pidana. Hal ini selaras dengan adanya ciri-ciri tindak pidana korupsi yang dilihat dari kacamata Fiqh Jinayah Maka dari itu, penjatuhan hukuman pemiskinan bagi pelaku korupsi di Indonesia bisa termasuk kedalam kategori jarimah ta’zir yang mana memiliki kepastian batasan pada jumlah hukuman serta materi yang disyariatkan dalam Fiqh Jinayah.
Peran Otoritas Jasa Keuangan Dalam Penegakan Hukum Pidana Terhadap Praktik Pinjaman Online Ilegal: The Role of the Financial Services Authority in Criminal Law Enforcement Against Illegal Online Lending Practices Endi Hikam Romdhoni; Abdul Wahab
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 2 No. 2 (2024): Clear Journal of November 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v2i2.12

Abstract

The development of online loans has given rise to new crimes in the form of illegal online loans which have resulted in fatalities due to a series of terror attacks and threats made by the perpetrators against their victims. In response to this, the OJK is required to be able to maximize its duties and authority in carrying out its supervisory and regulatory functions over all financial services activities. This research aims to determine the form of criminal responsibility for perpetrators of illegal online loans from the perspective of positive law and Islamic criminal law as well as the role of the Financial Services Authority in enforcing the law against illegal online lending practices. This research uses a normative juridical research type using a conceptual approach and a statutory approach. The results obtained include the OJK's role in overcoming illegal online lending practices by forming a collaboration with the Investment Alert Task Force (SWI). Judicial protection efforts for debtors who practice illegal lending are regulated in POJK Number 1/POJK.07/2013 concerning Consumer Protection in the Financial Services Sector, regarding findings of illegal lending by the public, they can report it via email waridainvestasi@ojk.go.id, or via OJK consumer service 157. Berkembangnya pinjaman online memunculkan kejahatan baru berupa pinjaman online ilegal yang mengakibatkan korban jiwa akibat serangkaian teror serta ancaman yang dilakukan pelaku terhadap korbanya, menanggapi hal tersebut OJK dituntut mampu memaksimalkan tugas sertawewenangnya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan terhadap keseluruhan kegiatan jasa keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pinjaman online ilegal dari sudut pandang hukum positif dan hukum pidana islam serta peran Otoritas Jasa Keuangan dalam penegakan hukum terhadap praktik pinjaman online ilegal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normative denganmenggunakan pendekatan konseptual serta pendekatan perundang-undangan. Hasil yang diperoleh diantaranya Peran OJK dalam mengatasi praktik pinjaman online ilegal adalahdengan membentuk kerjasama dengan Satgas Waspada Investasi (SWI). Upaya perlindungan yuridis terhadap debitur praktik pinjol ilegal diatur dalam POJK Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, terkait temuan masyarakat terhadap pinjol ilegaldapat melaporakanya melalui surel waspadainvestasi@ojk.go.id, atau melalui layanan konsumenOJK 157.
Pengaruh Teori Kant dalam Pengembangan Pemikiran Filsafat Hukum Universal : The Influence of Kant's Theory on the Development of Universal Legal Philosophical Thought Fran Nurmansyah; Dominikus Rato; Fendi Sertyawan
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 2 (2023): Clear Journal of November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i2.8

Abstract

The philosophy of law has developed significantly over time, and many figures have made important contributions to its development. One significant figure who has had a great influence on the development of legal philosophy is Immanuel Kant. Kant was an 18th-century German philosopher famous for his works on epistemology, ethics, and aesthetics. Kant's theory of law and justice has influenced the development of a legal philosophy movement known as "universal legal philosophy." In this movement, law is seen as a universal concept that can be applied to all societies and cultures, regardless of local customs or beliefs. In this article, we will discuss Kant's important contributions to the development of universal legal philosophy and how Kant's views can be implemented in the context of modern law. This article will cover Kant's views on law, justice, and morality, as well as the relevance of Kant's theory in the contextof global law.   Pemikiran filsafat hukum telah berkembang secara signifikan dari waktu ke waktu, dan banyak tokoh telah memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pemikiran ini. Salah satu tokoh penting yang memberikan pengaruh besar dalam pengembangan pemikiran filsafat hukum adalah Immanuel Kant. Kant adalah seorang filsuf Jerman abad ke-18 yang terkenal dengan karya-karyanya tentang epistemologi, etika, dan estetika. Teori Kant tentang hukum dan keadilan telah mempengaruhi pengembangan aliran filsafat hukum yang dikenal sebagai "filsafat hukum universal". Dalam aliran ini, hukum dipandang sebagai suatu konsep universal yang dapat diterapkan pada semua masyarakat dan budaya, tanpa terkait dengan kebiasaan atau kepercayaan lokal. Dalam artikel ini, kami akan membahas kontribusi penting teori Kant dalam pengembangan pemikiran filsafat hukum universal dan bagaimana pandangan Kant dapat diimplementasikan dalam konteks hukum modern. Artikel ini akan membahas pandangan Kant tentang hukum, keadilan, dan moralitas serta relevansi teori Kant dalam konteks hukum global.
Perlindungan Hukum terhadap Investor dalam Layanan Platform Securities Crowdfunding sebagai Pendanaan Umkm di Indonesia: Legal Protection for Investors in Securities Crowdfunding Platform Services as MSME Funding in Indonesia Yola Waqingatul Hidayah; Bhim Prakoso; Istiana Istiana
CLEAR: Criminal Law Review Vol. 1 No. 2 (2023): Clear Journal of November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/clear.v1i2.13

Abstract

In Indonesia, MSMEs play a big role as drivers of the country's economy. The need for funding for MSMEs is an important factor in the sustainability of these MSMEs. The development of Fintech or Financial Technology services, which is the result of collaboration between technology and financial systems, makes things easier for MSMEs. One type of Fintech service that has recently developed in Indonesia is Crowdfunding services. Securities Crowdfunding is an extension of Equity Crowdfunding where MSMEs can not only issue shares but also bonds or sukuk to obtain funds from investors on the Crowdfunding platform. In Indonesia, securities Crowdfunding is still very new and it is certain that in the next few years it will become popular. This cannot be separated from the institutions involved in securities Crowdfunding, such as the OJK, which is the legal umbrella. The issue of protecting investors from companies that have the potential to fail is important to review. This research aims to convince MSMEs that Securities Crowdfunding is a good and promising capital raising system and to analyze the risks that will be faced in the Securities Crowdfunding funding system. This research method is normative legal research which examines legal issues related to securities Crowdfunding investment.    Di Indonesia UMKM mengambil peran besar sebagai penggerak perekenomian negara. Kebutuhan atas pendanaan pada UMKM menjadi salah satu faktor penting atas keberlangsungan UMKM tersebut. Berkembangnya layanan Fintech atau Financial Technology yang merupakan hasil kolaborasi antara teknologi dan sistem keuangan menghadirkan kemudahan bagi UMKM. Salah satu jenis layanan Fintech yang baru-baru ini berkembang di Indonesia adalah layanan Crowdfunding. Securities Crowdfunding merupakan bentuk perluasan dari Equity Crowdfunding dimana UMKM bukan hanya dapat menerbitkan saham namun juga obligasi atau sukuk untuk dapat mendapatkan dana dari investor pada platform Crowdfunding. Di Indonesia securities Crowdfunding masih sangat baru dan dipastikan beberapa tahun kedepan akan popular. Hal ini tidak terlepas dari lembaga-lembaga yang berkaitan dalam securities Crowdfunding seperti OJK  yang menjadi payung hukum. Masalah perlindungan investor dari perusahaan yang berpotensi mengalami kegagalan penting untuk dikaji lagi. Penelitian ini bertujuan untuk meyakinkan UMKM bahwa Securities Crowdfunding adalah sistem penghimpunan modal yang baik dan menjanjikan serta menganalisis resiko yang akan dihadapi pada sistem pendanan Securities Crowdfunding. Metode penelitian ini adalah penelitian hukum yang bersifat normatif yang mengkaji isu hukum terkait investasi securities Crowdfunding.