Abstrak: Artikel ini mengkaji pemikiran strukturalisme Ferdinand de Saussure dan Claude Lévi-Strauss serta pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu-ilmu sosial dan humaniora di Indonesia. Saussure, dengan teori linguistiknya, meletakkan dasar bagi analisis struktural dalam bahasa, sementara Lévi-Strauss mengaplikasikan prinsip-prinsip strukturalisme dalam antropologi budaya. Di Indonesia, strukturalisme telah diaplikasikan dalam berbagai bidang, termasuk linguistik, antropologi, sastra, dan arsitektur. Pendekatan ini telah membantu mengungkap struktur-struktur yang mendasari fenomena sosial budaya di Nusantara. Meskipun menghadapi kritik, terutama dari aliran post-strukturalisme, strukturalisme tetap relevan dan terus diadaptasi untuk memahami kompleksitas realitas Indonesia. Tantangan utama adalah menyeimbangkan universalisme struktural dengan partikularisme budaya lokal. Warisan pemikiran Saussure dan Lévi-Strauss terus menginspirasi generasi baru peneliti Indonesia, mendorong eksplorasi lebih lanjut terhadap struktur-struktur yang membentuk realitas sosial budaya Indonesia. Keywords: Strukturalisme, Ferdinand de Saussure, Claude Lévi-Strauss, linguistik, antropologi, Indonesia, ilmu sosial, humaniora.
Copyrights © 2024