Latar Belakang: BBLR adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Selama masa perawatan, bayi menjalani berbagai tindakan invasif, seperti injeksi vitamin K, imunisasi hepatitis B, dan pengambilan sampel darah yang dapat menimbulkan respons nyeri. Nyeri yang tidak ditangani secara optimal dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, peningkatan frekuensi napas, penurunan saturasi oksigen, peningkatan stres fisiologis dan berpotensi memengaruhi perkembangan neurologis. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi respon nyeri adalah metode Harvey. Metode ini memberikan stimulasi sensorik menyerupai kondisi intrauterin sehingga membantu meningkatkan kenyamanan dan menurunkan respons nyeri selama prosedur invasif. Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan metode Harvey terhadap respon nyeri pada BBLR akibat tindakan invasif. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada empat bayi BBLR yang menjalani tindakan invasif dikamar bayi, terdiri dari 2 kelompok kontrol dan 2 kelompok intervensi. Respons nyeri dievaluasi menggunakan Neonatal Infant Pain Scale (NIPS) disertai observasi perubahan fisiologis dan perilaku selama tindakan. Hasil: pada kelompok kontrol mengalami respon nyeri yang lebih tinggi, peningatakan denyut jantung, penurunan saturasi oksigen dan durasi tangisan yang lebih lama. Sedangkan, kelompok intervensi menujukan respon nyeri yang lebih rendah, tanda-tanda vital yang lebih stabil serta respon perilaku yang lebih tenang selama tindakan invasif.. Kesimpulan: Penerapan metode Harvey efektif untuk menurunkan respon nyeri BBLR pada saat dilakukan invasif.
Copyrights © 2026