Kemampuan anak dalam motorik halus belum tercapai secara optimal. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang masih bersifat monoton, tidak kreatif dan masih terpaku pada buku-buku ataupun pada lembar kerja anak. Untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak maka diperlukan pembelajaran yang menarik, asik dan menyenangkan bagi anak salah satunya dengan kegiatan mozaik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A dengan kegiatan mozaik. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A di Kober Tarbiyatul Aulad yang terdiri dari 15 anak. Metode ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian kuantitatif dengan analisis statistika deskriftif dalam bentuk tabel, hasil analisis menggunakan statistik deskriftif kuantitatif dengan jenis nilai distribusi frekuensi. Pada prasiklus terdapat 2 anak indikator 1 yang berada pada kategori berkembang sangat baik atau 13,3%, pada siklus I sebanyak 3 anak indikator 1 dan 3 yang mencapai kategori berkembang sangat baik atau 20,0% dan pada siklus II terdapat 8 anak indikator 1 yang mencapai kategori berkembang sangat baik atau 53,3%. Maka dari itu pada kegiatan mozaik dinytakan berhasil meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A di Kober Tarbiyatul Aulad.
Copyrights © 2026